#MGNSummit

MGN Summit Semangat Bersama Pemulihan Ekonomi

MGN Summit Semangat Bersama Pemulihan Ekonomi
Foto. MI/M Irfan


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Dengan diselenggarakannya Media Group News Summit Indonesia 2021 (MGN Summit) agar dapat menemukan titik antara pandemi Covid-19 dan ekonomi. Lewat tema pemulihan ekonomi (economy recovery), titik kesetimbangan itu diharapkan muncul.

"Sehingga dapat memberikan pemahaman bersama antara kebijakan pemerintah dengan kendala di lapangan," kata CEO Media Group Mohammad Mirdal Akib.

Sebagai contoh ia mengatakan pemerintah ingin Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) menjadi garda terdepan pemulihan ekonomi saat pandemi. "Bagaimana UMKM menjadi supporting system bagi industri yang lebih besar," katanya.

Upaya menemukan solusi di tengah pandemi terus dicanangkan bersama dengan stakeholder, bersamaan dengan tema "Solusi Maju Bersama'' ini menjelaskan mengenak paparan hasil survei dari News Research Centre (NRC) Media Group News.

"Empat hal yang disoroti dalam survei, yakni pemulihan ekonomi (economic recovery) adalah bagaimana Indonesia dapat bersama dan bersatu dalam pemulihan ekonomi yang masif," katanya.

Ditambah lagi saat memasuki 2021, perasaan campur aduk menyelimuti bangsa Indonesia. Ada pesimisme menguar, tetapi ada pula optimisme berpendar.

"Pesimisme karena laju pandemi Covid-19 sejak akhir tahun lalu terus menanjak. Rata-rata kenaikan Covid-19 di atas 10 ribu kasus positif. Bila tidak terkendali, akan semakin runyam pemulihan ekonomi dan penanganan virus mematikan itu," katanya.  

Sehingga menurutnya, penanganan covid-19 bukan hanya tugas pemerintah, melainkan juga tugas seluruh elemen masyarakat. "Vaksinasi diharapkan menjadi game changer, pengubah permainan, yang mampu mengangkat keterpurukan ekonomi nasional selama pandemi covid-19," ujarnya.

Senada dengan hal tersebut, pengamat Ekonomi mengatakan setelah distribusi vaksin berjalan, diharapkan pemulihan ekonomi dapat berjalan dengan baik bersamaan dengan penyaluran vaksin.

"Namun memang vaksin bukan faktor utama pemulihan ekonomi, karena interaksi antar masyarakat yang dibutuhkan dalam peningkatan ekonomi. Tapi diharapkan vaksin bisa membantu pemulihan ekonomi," kata Pengamat ekonomi Unila, Yoke Muelgini.

Ia juga mengatakan saat ini pembatasan pemerintah untuk membatasi jam malam merupakan sutau dilema, satu sisi oemerintah membatasi angka peningkatan covid-19, namun ekonominya tak meningkat dengan baik.

"Ini masih jadi upaya kita bersama agar bagaimana mau membantu masyarakat menangani permasalahan ini. Hilangkan dulu Covid-19, dengan begitu upaya pemulihan ekonomi akan meningkat dengan baik," ujar dia.

Hal yang sama juga untuk UMKM, ia mengatakan agar UMKM bisa bertahan dan tetap berproduksi serta tetap menjaga untuk survive. "Pemerintah harus meakukan sesuatu dan terutama di permodalan supaya UMKM tidak mati suri. Ya meskipun sudh banyak bantuan yang tersalurkan tak akan menjadikan semua UMKM bertahan," ujar dia.

Hal yang sama dikatakan oleh Marselina, Dosen Ekonomi Pembangunan Unila itu mengatakan peran media massa sangat penting dalam pendistribusian vaksin.

"Saya yakin oeran media ini sangat penting. Agar ekonomi kita bangkit bersama dengan salah satunya meyakinkan dulu ke masyarakat khususnya agar tak takut di vaksin, yak ragu di vaksin demi keberhasilan kita bersama," ujarnya.

Semua stakeholder, lanjut dia, dapat bersama dengan pemerintah menggaungkan dengan masif bahwa meskipun tak menghilangkan Covid-19 secara menyeluruh, setidaknya vaksin dapat menjadi tameng bagis seluruh masyarakat untuk lebih bebas bergerak.

Hal serupa untuk pemulihan UMKM, karena banyaknya UMKM yang terpuruk akibat pandemi. Diharapkan UMkM mengawali tahun 2021 ini dapat bersama dan bersatu untuk lebih maju selangkah dan mengembangkan lagi usahanya.

"UMKM ini jadi jantung nya pemukihan ekonomi. Karena memang rata-rata orang Indonesia berusaha dan bergantung hidupnya melalui usaha, seluruh UMKM harus mau maju dan bangkir bersama selaras dengan upaya pemerintah memikirkan masa depan UMkM," ujar dia.

EDITOR

Winarko

loading...




Komentar


Berita Terkait