#pendidikan#kependudukan#metro

Metro Tingkatkan SDM Melalui Program Pendidikan Kependudukan

Metro Tingkatkan SDM Melalui Program Pendidikan Kependudukan
Penandatanganan perjanjian kerja sama dan pembukaan sosialisasi sekolah siaga kependudukan dan perguruan tinggi peduli kependudukan di Kota Metro tahun 2021. (Foto:Lampost.co/Bambang Pamungkas)


Metro (Lampost.co)--Pemerintah Kota (Pemkot) Metro akan meningkatkan sumber daya manusia (SDM) melalui program pendidikan kependudukan. 

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (P3APPB) Kota Metro, Prayetno, menungkapkan hal itu saat perjanjian kerja sama dan pembukaan sosialisasi sekolah siaga kependudukan dan perguruan tinggi peduli kependudukan. 

"Jadi caranya dengan memberikan pengetahuan kepada masyarakat di lingkungan sekolah maupun institusi pendidikan dan masyarakat secara umum lewat program tersebut," katanya di UPTD SMPN 1 Metro, Selasa, 30 November 2021. 
 
Dia menjelaskan, program tersebut berdasarkan Undang-Undang Nomor 52 Tahun 2009 Perkembangan Kependudukan. Adapun dasar pelaksanaan dan pembangunan Keluarga, penduduk harus menjadi titik sentral dalam pembangunan berkelanjutan di Indonesia.

"Maka dari itu, peserta penandatanganan perjanjian kerja sama terkait sekolah siaga kependudukan di Kota Metro, meliputi penandatanganan perjanjian kerja sama antara dinas P3APPKB Kota Metro dengan Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah, serta Dinas Kominfo Kota Metro," kata Prayetno.

Sementara Wali Kota Metro, Wahdi Siradjuddin, menilai masyarakat perlu diberikan pengetahuan, pemahaman, dan kesadaran bahwa suatu daerah memiliki keterbatasan untuk menyediakan kebutuhan hidup bagi penduduknya.

"Penyiapan kualitas SDM melalui pendidikan dan kesehatan mutlak dilaksanakan untuk menghindari generasi yang gagal tumbuh baik secara jasmani maupun rohani. Untuk itu peran Sekolah Siaga Kependudukan sangat strategis dalam menghadapi kondisi tersebut, memberikan pemahaman kepada siswa dan kaum muda sejak dini tentang isu-isu kependudukan merupakan upaya positif yang perlu di lakukan," kata dia.

Para remaja, lanjut Wahdi, perlu dibekali dengan wawasan kesehatan reproduksi remaja, pendewasaan dan, usia perkawinan "Maka pemahaman konsep keluarga kecil dan pembangunan keluarga serta peningkatan kualitas pendidikan usia produktif, serta mempersiapkan remaja dalam perencanaan masa depannya," jelasnya. 

EDITOR

Sri Agustina

loading...




Komentar


Berita Terkait