#pertanian#padi

Metro Targetkan 35 Ribu Ton Gabah pada Tanam Gadu

Metro Targetkan 35 Ribu Ton Gabah pada Tanam Gadu
Kepala DKP3 Kota Metro, Herry Wiratno. (Foto:Lampost/Bambang P)


Metro (Lampost.co) -- Dinas Ketahanan Pangan Pertanian dan Perikanan (DKP3) Kota Metro menargetkan 35 ribu ton gabah pada panen masa tanam II atau gadu.

Kepala DKP3 Kota Metro, Herry Wiratno mengatakan, pada musim gadu ini seluas 2.947 hektare persawahan siap  ditanami padi. Sehingga target 35 ribu ton bisa terpenuhi.

"Target panen kita dari 2.947 hektare bisa mencapai 35 ribu ton. Kalau tahun lalu kita surplus, nah di tahun ini kalau tidak ada halangan mudah-mudahan kita surplus lagi," kata dia, Minggu, 24 April 2022.

Untuk terpenuhinya target tersebut tentu ada berbagai ancaman yang akan dihadapi oleh petani. Terlebih dari asupan air yang akan diterima pada menjelang masa panen mendatang.

"Kita ada beberapa ancaman, terutama pada kekeringan air. Untuk ketersediaan air hingga tutup tanam nanti kita cukup. Namun, aliran air akan mati pada bulan Juli mendatang," tambahnya.

Dia menjelaskan, dua aliran irigasi besar akan ditutup pada bulan Juli mendatang ialah di aliran Sekampung Bunut dan Sekampung Batanghari.

"Jika petani tidak menyelesaikan tutup tanam di bulan Mei akan mengalami kekeringan. Nah, yang paling lambat itu di daerah Metro Utara atau yang mendapat aliran Sekampung Bunut," ujarnya.

Oleh karena itu, pihaknya sudah mengantisipasi melakukan percepatan tanam. Tapi terjadi kendala karena banyak petani yang berhalangan menanam karena akan memasuki hari raya Idulfitri.

"Petani masih menunggu puasa dan lebaran. Bahkan, sebagian petani ada yang baru memulai semai," ungkapnya.

Pada tanam gadu ini, lanjutnya, ketersediaan pupuk dapat terbuka aman. Kebanyakan petani sudah melakukan penebusan melalui kartu petani berjaya (KPB).

"Mereka rata-rata sudah bayar. Hanya tinggal dropingnya menuju tangan petani, yang jelas untuk pupuk di musim ini aman," lanjutnya.

EDITOR

Sri Agustina

loading...




Komentar


Berita Terkait