#metro

Metro Pastikan Sesuai Standar Minimal untuk Tangkal Zoonosis

Metro Pastikan Sesuai Standar Minimal untuk Tangkal Zoonosis
Kepala Dinas Ketahanan Pangan Pertanian dan Perikanan (DKP3) Kota Metro, Herry Wiratno, saat memaparkan program dan kinerja pelayanan Puskeswan di Metro. (Foto: Lampost.co/Bambang Pamungkas)


Metro (Lampost.co) -- Dinas Ketahanan Pangan Pertanian dan Perikanan (DKPPP)Kota Metro menggelar public hearing standar pelayanan dasar dalam menangani wabah zoonosis atau penyakit hewan yang menular ke manusia.

Wali Kota Metro, Wahdi Sirajuddin, mengatakan, dengan terpilihnya Metro menjadi lokasi percontohan (pilot project) oleh Dirjen Peternakan Badan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian RI. 

"Ini menjadi salah satu aspek penting, di mana pelaksanaan otoritas veteriner dan standar pelayanan minimal (SPM) tentang penanggulangan zoonosis dengan pendekatan one health," kata dia. 

Wahdi menyatakan Kota Metro dapat dipastikan sudah melakukan pelayanan dasar yang sesuai standar pelayanan minimal. 

Di sisi lain, Kepala DKPPP Kota Metro, Herry Wiratno, mengatakan, dalam melakukan pelayanan, ada tiga prosedur diantaranya pelayanan aktif, pelayanan seni aktif, dan pelayanan pasif. 

"Pelayanan aktif itu untuk pelayanan kunjungan kelompok ternak sesuai jadwal setiap Kamis yang dibuat oleh UPTD Puskeswan atau dari DKPPP Metro. Sedangkan pelayanan semi aktif dan pasif tersebut merupakan pelayanan yang dilakukan dengan klien atau pasien yang menghubungi puskeswan untuk datang ke rumah klien dan si klien atau pasien yang mengunjungi Puskeswan," kata dia.

Herry juga menjelaskan beragam pelayanan yang diberikan oleh Puskeswan atau DKPPP Metro.
 
"Pelayanan aktif sebanyak 848, pelayanan semi aktif sebanyak 309, dan pelayanan pasif sebanyak 1.535. Sementara, untuk jenis penyakit yang dapat ditularkan melalui hewan diantaranya seperti Rabies, Brusellosis, Flu Burung, Antrax, Leptosprosis, dan Penyakit Mulut dan Kuku (PMK)," ujarnya.

Sementara itu, Dokter Hewan dari Direktorat Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian, Purnama Martha, mengatakan, SPM merupakan hal penting dalam menangani masalah penyakit yang menular dari hewan ke manusia.

"Jadi, SPM itu merupakan suatu dokumen yang bertujuan melaksanakan perencanaan, pelaksanaan, dan pengendalian untuk memberikan acuan. Selain itu, pengawasan dan penyelenggaraan pelayanan pertanggungjawaban," kata dia.

 

EDITOR

Wandi Barboy


loading...



Komentar


Berita Terkait