#Covid-19lampung#beritalampung

Metro Batasi Kegiatan Masyarakat Hingga 75 Persen

Metro Batasi Kegiatan Masyarakat Hingga 75 Persen
PPKM Mikro. Ilustrasi


Metro (Lampost.co) -- Pemerintah Kota Metro menerapkan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) mikro, seiring status daerah tersebut yang meningkat menjadi zona merah. 

Untuk itu, Pemkot pun akan membatasi kegiatan masyarakat hingga 75%. Terutama pada resepsi pernikahan dan tempat-tempat yang menimbulkan keramaian. 

Hal itu sesuai dengan Instruksi Wali Kota Metro Nomor : 9/INS/LL-01/2021 tentang pemberlakuan PPKM mikro dan mengoptimalkan kelurahan tangguh nusantara dalam rangka pengendalian Covid-19. 

Kepala Dinas Kesehatan Kota Metro, Erla Andrianti, mengatakan pembatasan kegiatan masyarakat akan lebih ditingkatkan. 

"Seperti membatasi tempat kerja dengan menerapkan work from home (WFH) sebesar 70 persen dan work from office (WFO) 25 persen dengan memberlakukan protokol kesehatan lebih ketat. Kemudian kegiatan belajar mengajar secara daring," ujarnya, Jumat, 18 Juni 2021. 

Dia menambahkan, untuk sektor esensial, seperti kesehatan, bahan pangan, makanan, minuman, komunikasi dan teknologi informasi dapat beroperasi 100 persen. Namun, tetap dengan peraturan jam operasional kapasitas dan penerapan protokol kesehatan secara lebih kuat.

"Kegiatan restoran, rumah makan, warung, pedagang kaki lima melakukan aktivitas hanya 50 persen dari kapasitas. Kemudian, layanan makanan melalui pesan antar tetap diizinkan, dengan menerapkan protokol kesehatan," tambahnya. 

Kemudian, pembatasan jam operasional untuk pusat pembelanjaan, mal, atau toko modern cukup hingga pukul 20.00 WIB. Sedangkan tenda atau angkringan hingga pukul 22.00 dengan menerapkan protokol kesehatan secara lebih ketat.

"Untuk kegiatan di tempat ibadah dibatasi secara ketat dan lebih mengoptimalkan ibadah di rumah. Khusus destinasi wisata, tempat hiburan seperti karaoke, warnet/game online, tempat olahraga dan kegiatan usaha sejenis lainnya dan sarana penunjang lainnya dilarang. Melarang kegiatan di fasilitas umum dan kegiatan sosial budaya kemasyarakatan lainnya yang menimbulkan kerumunan," ujarnya.

EDITOR

Effran Kurniawan

loading...




Komentar


Berita Terkait