#metaverse

Metaoffice, Masa Depan Perusahaan Aman dan Inklusif

Metaoffice, Masa Depan Perusahaan Aman dan Inklusif
Metaoffice. Ilustrasi


Jakarta (Lampost.co) -- Lingkungan perusahaan terus berkembang dan dipengaruhi digitalisasi yang cepat, proses robotisasi, dan konektivitas yang berkembang secara keseluruhan.

Peningkatannya baru-baru ini dipicu tren pascapandemi yang membawa budaya kerja ke tingkat yang sama sekali baru, dengan ruang kerja hybrid menjadi bagian dari kehidupan kita sehari-hari.

Kantor korporat kini mulai dipenuhi dengan berbagai inovasi untuk kolaborasi dan simulasi jarak jauh, termasuk lebih banyak perhatian pada teknologi augmentasi manusia (human augmentation).

Dalam visi Discover 2030 baru-baru ini yang dipresentasikan Nokia, augmentasi manusia dipandang sebagai elemen kunci dalam transformasi jaringan perusahaan masa depan yang berfungsi sebagai peluang pertumbuhan bisnis. Prakiraan Augmentasi Manusia IDC 2021-2026 terbaru juga menyatakan bisnis Eropa meningkatkan investasi mereka dalam teknologi augmentasi.

BACA JUGA: Meta PHK 11 Ribu Karyawan

Beberapa tahun lalu, seseorang tidak akan membayangkan akan bekerja di 'kantor meta/metaoffice'. Namun, sekarang itu bukan hanya kenyataan, tetapi satu-satunya cara kantor masa depan dapat berkembang secara lebih lanjut.

Perusahaan perlu beradaptasi dengan model baru lingkungan kantor dan untuk jalur digital ini, sangat penting untuk memastikan beberapa hal penting, yaitu keamanan dan inklusi digital.

Sementara teknologi augmentasi bertujuan untuk mengganti bagian tubuh manusia dengan implan buatan, mereka juga dipertimbangkan untuk meningkatkan kualitas hidup. Menurut penelitian Kaspersky, orang mementingkankan perihal peningkatan kesehatan fisik (40 persen) atau penglihatan (33 persen).

Selain itu, augmentasi membawa keterampilan individu ke tingkat baru yang memberikan manfaat bagi perusahaan karena dapat membantu mengatasi kesenjangan tenaga kerja yang diprediksi oleh dunia.

Pendekatan perusahaan terhadap metaoffices harus menghilangkan skenario negatif seperti peningkatan kemampuan kognitif dan fisik yang mengarah pada divisi superhumans dan orang-orang yang memutuskan untuk tidak meningkatkan (augmentasi) diri mereka sendiri.

Perusahaan harus mempertimbangkan lingkungan kerja adalah tempat yang nyaman dan inklusif bagi orang-orang seperti itu, dan juga dukungan sosial bagi karyawan yang ingin meningkatkan diri mereka sendiri.

Pertumbuhan pesat pasar augmentasi manusia global yang diperkirakan akan tumbuh empat kali lipat menjadi USD498 miliar pada tahun 2028, juga disertai dengan ketidakpastian dan risiko keamanan. Kekhawatiran tentang hal ini bukanlah tanpa dasar.

Ketika bertanya kepada orang-orang, Kaspersky menemukan meskipun terdapat peningkatan popularitas terhadap perangkat tambahan bionik, sikap terhadap teknologi tersebut tidak selalu positif.

Misalnya, hampir sembilan dari 10 (88 persen) orang khawatir bahwa tubuh mereka yang diaugmentasi dapat menjadi sasaran penjahat dunia maya. Dari segi keamanan manusia, pertanyaan yang muncul adalah tentang digital (pencurian identitas atau data) serta keamanan fisik. Untuk itu, augmentasi manusia harus tetap dilindungi dari kemungkinan ancaman dari perangkat bionik.

Namun, ketika berbicara tentang bisnis dan keamanan perusahaan dalam hal ini, lebih banyak hal yang dipertaruhkan. Ini bukan hanya tentang data pribadi orang yang ditambah, tetapi tentang kemungkinan untuk mendapatkan akses yang lebih luas ke infrastruktur TI perusahaan.

Tidak seorang pun ingin memiliki kerentanan demikian yang menyebabkan kerugian besar bagi bisnis. Tetapi apakah itu dapat menjadi alasan untuk melarang kebijakan augmentasi manusia? Jangan terburu-buru mengambil keputusan.

“Kecepatan perkembangan augmentasi manusia di lingkungan perusahaan akan bergantung pada kemampuan bisnis untuk bergerak dengan cepat dan efisien. Dengan pemikiran ini, perusahaan dapat memprovokasi lebih banyak peluang bagi augmentasi manusia untuk dimasukkan dalam lingkungan perusahaan serta untuk mewujudkan transformasi tempat kerja sehingga setiap orang dapat bersama-sama berkontribusi pada penciptaan dan pengembangan metaoffice.” kata Marco Preuss, Deputy Director, Global Research & Analysis Team (GReAT) di Kaspersky.

EDITOR

Effran Kurniawan


loading...



Komentar


Berita Terkait