#Covid19#Vaksin#KBM#KBMTatapMuka

Meski Dibolehkan Kemendikbud, Pemerintah Palembang Ragu Selenggarakan KBM Tatap Muka

Meski Dibolehkan Kemendikbud, Pemerintah Palembang Ragu Selenggarakan KBM Tatap Muka
Ilustrasi/Antara/Jessica Helena Wuysang


Palembang (Lampost.co): Pemerintah Kota Palembang, Sumatra Selatan, masih pikir-pikir mengaktifkan lagi kegiatan belajar mengajar (KBM) tatap muka di sekolah, meskipun Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan telah memberi lampu hijau untuk hal tersebut.
 
Wakil Wali Kota Palembang Fitrianti Agustinda mengatakan KBM tatap muka di sekolah hanya bisa berlangsung setelah kepastian ketersediaan vaksin Covid-19.
 
"Kami menunggu instruksi kementerian. Kalau sudah diberikan vaksin, baru sekolah bisa tatap muka, sepanjang belum ada kita enggak berani ambil keputusan," ujarnya, Rabu, 2 Desember 2020.

Fitrianti mengaku masih mengkhawatirkan potensi penyebaran Covid-19 jika sekolah memaksakan untuk menggelar KBM tatap muka.
 
Senada, Wali Kota Palembang, Harnojoyo, mengungkapkan belum mendapatkan arahan jelas tentang vaksin Covid-19. Namun kata dia, bila vaksin Covid-19 sudah ada, Pemkot Palembang berencana memprioritaskan pelajar sekolah demi keamanan bersama.
 
"Tapi tetap kita lihat dulu siapa prioritasnya (yang mendapatkan vaksin)," kata dia.
 
Ia menjelaskan, dalam pendistribusian vaksin Covid-19 pihaknya juga perlu mempersiapkan skema agar saat penyaluran tidak terjadi tumpang tindih.
 
"Semua harus matang, ada pengecekan dan evaluasi. Target pengadaan vaksin Covid-19 ya secepatnya," tutur Harno.
 
Sementara itu, Plt Kepala Dinas Kesehatan Palembang, Fauziah, menambahkan, jika nantinya pemerintah daerah memutuskan KBM tatap muka, ia mengingatkan agar tetap memperhatikan risiko yang akan terjadi.
 
"Tatap muka tergantung status risiko dan kondisi penyebaran Covid-19, baiknya koordinasi juga dengan Diknas dan tim ahlinya termasuk komite sekolah. Mungkin juga nanti ada pemantauan soal vaksin ke sekolah," imbuh dia.

EDITOR

Sobih AW Adnan

loading...




Komentar


Berita Terkait