#tajuklampungpost#virus-corona#covid-19

Meredam Dampak Corona

( kata)
Meredam Dampak Corona
Ilustrasi Pixabay.com

WABAH virus corona alias coronavirus disease (Covid-19) menjadi pandemi atau menginfeksi secara global. Hal ini membuat sejumlah negara termasuk Indonesia melancarkan kebijakan serba cepat dan darurat agar pandemi terkendali dan dapat lekas ditanggulangi.

Dampak pandemi Covid-19 sudah menggerogoti seluruh sektor kehidupan masyarakat, terutama perekonomian. Sebab, sejumlah kebijakan membuat produktivitas menurun. Sejumlah industri mengurangi, bahkan menutup kegiatan produksinya. Sehingga tenaga kerjalah yang paling kena dampaknya, mulai dari dirumahkan hingga terjadi pemutusan hubungan kerja (PHK).

Catatan Kementerian Tenaga Kerja, 1.080.765 orang tenaga kerja formal per 9 April 2020 dirumahkan dan 160.067 orang kena PHK. Untungnya ada program Kartu Prakerja yang memberikan insentif tenaga kerja yang di PHK dan mendaftar pada program itu senilai Rp600 ribu. Termasuk di Lampung, diusulkan ada 21 ribu tenaga kerja mendapatkan program itu.

Di Lampung, ada tambahan kekuatan fiskal khusus untuk penanganan Covid-19, termasuk dampak-dampaknya. Setidaknya ada Rp854,867 miliar yang disediakan dari realokasi APBD 2020 provinsi dan kabupaten/kota se-Lampung. Dari total anggaran itu, masing-masing diperuntukkan buat bantuan kesehatan (Rp568,938 miliar), dampak ekonomi (Rp137,504), dan Jaring Pengaman Sosial (Rp148,426).

Kekuatan fiskal itu digunakan untuk melindungi 9 juta ulun Lampung dalam penanganan pandemi corona dan dampaknya. Sehingga dampak ekonomi bisa ditekan.

Karena itu, pemerintah harus bisa secara bijak mempergunakan anggaran itu tepat waktu dan sasaran. Pemerintah harus pandai melihat kondisi masyarakat di bawah. Sebab, bisa saja dampak ekonomi memengaruhi kerawanan keamanan dan tingkat kriminalitas di Lampung, jika pemerintah dan aparatnya kurang memahami kondisi akar rumput, kejahatan akan merajalela.

Apalagi saat ini, program asimilasi narapidana di lembaga pemasyarakatan (LP) juga digulirkan untuk mengantisipasi virus corona merebak di balik jeruji. Namun, situasi ini ikut memicu rasa khawatir masyarakat. Sebab, ekonomi yang terdampak tentu akan memicu tingkat kriminalitas, ditambah para kriminal dilepas dari binaan instansi yang menanganinya.

Jangan sampai 347 napi dan anak di Lampung  yang sudah disetujui untuk bebas menambah masalah yang ada. Sehingga kondisi masyarakat yang makin cemas karena pandemi dan kesulitan ekonomi, ditambah waswas akibat kriminalitas meningkat.

Publik berharap pemerintah mampu bijaksana menata kelola kehidupan sosial daerah dan bangsa. Aparat keamanan juga dituntut bekerja lebih optimal untuk membantu menangani penyebaran jangkitan corona, di samping tugas utamanya memberi rasa aman dan keadilan. n

EDITOR

Bambang Pamungkas

loading...

Berita Terkait

Komentar