#amanah#icw#danadesa

Merawat Amanah

Merawat Amanah
Dokumentasi Pixabay.com


GELONTORAN dana desa yang jumlahnya sangat besar diyakini bisa mendorong percepatan pembangunan. Meskipun demikian, harus diakui bahwa ada saja pihak yang tergoda menyalahgunakan dana ini.  Beberapa kepala pekon atau peratin di Lampung sudah mendekam di bui lantaran menilap anggaran desa yang sejatinya untuk kepentingan warga, meskipun vonis yang diterima tergolong ringan, rata-rata di bawah 2 tahun untuk mereka yang mengorup dana desa.
Bahkan, ada ulah kepala pekon yang mengakali dana desa dan hasilnya dipakai untuk main judi. Sudah korupsi, uangnya pun dipakai untuk berjudi. Cocok sudah ini rentetan kejahatan dan dosa si kepala pekon.

Berbagai vonis yang diketuk hakim terhadap kepala pekon ini mudah-mudahan menjadi pelajaran sehingga tidak ditiru pejabat di desa-desa lain. Meskipun kita kerap dibuat pesimistis bahwa pejabat bisa bercermin dari ulah rekannya sehingga berpikir puluhan kali untuk korupsi. Berdasar pada data Indonesia Corruption Watch (ICW), ada 181 kasus korupsi dana desa terjadi sejak pemerintah menerapkan kebijakan ini tahun 2015. Ratusan kasus korupsi tersebut melibatkan 184 tersangka dan merugikan keuangan negara sebesar Rp40,6 miliar.

Angka penyelewengan dana desa memang terbilang kecil jika dibandingkan total keseluruhan anggaran yang mencapai Rp73 triliun. Tapi, tetap saja, jika penyelewengan bisa dicegah, manfaat yang dirasakan oleh warga jauh lebih besar.  Setelah dana desa, tahun 2019 pemerintah telah mengalokasikan dana kelurahan. Di Lampung, ada 12 kabupaten dan kota yang menerima dana kelurahan sebesar Rp75,787 miliar. Sementara dana desa untuk Bumi Ruwa Jurai mencapai Rp2,427 triliun.

Bantuan dana tiap kelurahan berbeda-beda. Bandar Lampung mendapat alokasi terbesar mencapai Rp46,6 miliar diikuti Kota Metro Rp7,7 miliar. Kabupaten mendapat dana beragam mulai dari Rp740 juta hingga Rp5,5 miliar.  Dana kelurahan sumbernya APBN dan anggaran negara ini sejatinya berasal dari pajak-pajak yang dibayarkan masyarakat. Untuk itu, lurah dan aparaturnya bisa memaksimalkan dana dan memanfaatkannya dengan penuh amanah dan tanggung jawab.

Setiap amanah akan dimintai pertanggungjawabannya di dunia hingga akhirat. Amanah juga merupakan sifat nabi. Munculkan sifat nabi saat Anda mengelola dana publik, jangan biarkan karakter setan yang mendominasi. Imam Ghazali pernah mengingatkan muridnya terkait hal yang paling berat di dunia ini. Jawaban sang Imam adalah amanah. Menjaga amanah memang berat, karena tidak semua orang bisa melakoninya. Amanah bisa menaikkan derajat seseorang, sekaligus bisa menjerumuskannya ke lembah kenistaan. Hati-hatilah dengan amanah!   

 

EDITOR

Padli Ramdan, Wartawan Lampung Post

loading...


Berita Terkait



Komentar