#Merapi#BencanaAlam

Merapi Muntahkan Lava Pijar 10 Kali

Merapi Muntahkan Lava Pijar 10 Kali
Guguran lava pijar menuruni lereng Gunung Merapi di wilayah Balerante, Kemalang, Klaten, Jawa Tengah, Rabu (24/2/2021) malam. (ANTARA FOTO/Aloysius Jarot Nugroho/wsj.)


Yogyakarta (Lampost.co) -- Gunung Merapi di perbatasan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dan Jawa Tengah mengeluarkan 10 kali guguran lava pijar dengan jarak luncur maksimum 800 meter ke arah barat daya. Hal itu berdasarkan pengamatan pada Minggu, 21 Maret 2021, mulai pukul 00.00 hingga 06.00 WIB.

"Selain guguran lava pijar, Merapi juga mengalami 36 kali gempa guguran dengan amplitudo 3-25 milimeter (mm) selama 11-80 detik, satu kali gempa fase banyak dengan amplitudo 4 milimeter (mm) selama 7 detik," Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG), Hanik Humaida di Yogyakarta, Minggu, 21 Maret 2021.

Asap kawah terpantau berwarna putih dengan intensitas sedang hingga tebal dengan tinggi 50 meter di atas puncak kawah Gunung Merapi. Sementara cuaca di gunung tersebut berawan dan mendung.

Angin bertiup lemah ke arah tenggara dengan suhu udara 14-21 derajat celsius. Selain itu, kelembaban udara 73-98 persen dan tekanan udara 568-685 mmHg.

Sementara untuk periode pengamatan pada Sabtu (20/3) malam, pukul 18.00-24.00 WIB, Gunung Merapi mencatatkan empat kali meluncurkan guguran lava pijar dengan jarak luncur maksimum 800 meter ke arah barat daya.

"Hingga kini BPPTKG masih mempertahankan status Gunung Merapi pada Level III atau Siaga," terangnya.

Guguran lava dan awan panas Gunung Merapi diperkirakan berdampak pada wilayah sektor selatan-barat daya meliputi Sungai Kuning, Boyong, Bedog, Krasak, Bebeng, dan Putih. Adapun jika terjadi letusan, lontaran material vulkanik dari Gunung Merapi dapat menjangkau radius tiga kilometer dari puncak gunung.

EDITOR

Abdul Gafur

loading...




Komentar


Berita Terkait