#merapi#erupsi

Merapi Lontarkan 22 Kali Lava Pijar

Merapi Lontarkan 22 Kali Lava Pijar
Gunung Merapi. Ilustrasi


Yogyakarta (Lampost.co) -- Gunung Merapi di perbatasan Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), selama 12 jam mulai Sabtu, 6 Februari 2020, pukul 18.00 WIB hingga Minggu, 7 Februari 2021, pukul 06.00 WIB mengeluarkan 22 kali lava pijar.

Petugas Pos Pengamatan Gunung Merapi, Agus Cahyo Purnomo dan Dwi Jayanto, mengatakan guguran lava pijar itu mencapai jarak luncur hingga 1.200 meter dari puncak yang semuanya mengarah ke hulu Sungai Krasak dan hulu Sungai Boyong.

"Teramati guguran lava pijar pada periode pengamatan Sabtu pukul 18.00-24.00 sebanyak 12 kali dengan jarak luncur maksimum 1.200 meter ke Barat Daya atau ke hulu Sungai Krasak dan Sungai Boyong. Sedangkan pada periode pengamatan pukul 00.00-06.00, Minggu, teramati guguran lava pijar sebanyak 10 kali dengan jarak luncur maksimum 1.000 meter juga mengarah ke Barat Daya hulu Sungai Krasak dan Sungai Boyong," kata Agus, Minggu, 7 Februari 2021.

Ia mengungkapkan dalam 12 jam pengamatan tersebut, kegempaan yang tercatat di seismogram di antaranya gempa guguran sebanyak 53 kali dengan amplitudo 3-29 milimeter dan durasi 11,4-80 detik, dan kegempaan fase banyak atau hybrid sebanyak 4 kali dengan amplitudo 3-7 milimeter dan durasi 7,6-10 detik.

Cuaca cerah, berawan, dan mendung, sedangkan angin bertiup lemah ke arah timur dengan suhu 14-23 derajat celsius, kelembaban udara 10-81 persen, dan tekanan udara tekanan udara 625.2-709.5 mmHg.

Agus menambahkan, sampai saat ini, status Merapi masih Siaga atau Level III. Untuk itu, masyarakat diminta tidak melakukan kegiatan apa pun di daerah potensi bahaya dan diminta waspada terhadap bahaya lahar terutama saat terjadi hujan di seputar puncak Gunung Merapi.

"Penambangan di alur sungai-sungai yang berhulu di Gunung Merapi dalam Kawasan Rawan Bencana III direkomendasikan untuk dihentikan," katanya.

EDITOR

Effran Kurniawan

loading...




Komentar


Berita Terkait