#pariwisata

Menyambut Era Keemasan Pariwisata Lampung

Menyambut Era Keemasan Pariwisata Lampung
Webbinar Lampung Begawi Bank Indonesia Lampung, Kamis, 9 September 2021. Istimewa


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Semua pihak terus berusaha untuk melakukan langkah-langkah dan menyiapkan diri untuk menyambut era keemasan pariwisata di Provinsi Lampung. Potensi wisata yang melimpah harus terus dioptimalkan menghadapi new normal atau kebiasaan hidup baru.

Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi Lampung, Edarwan mengatakan keemasan pariwisata perlu kretifitasan di dalam masyarakat sebagai modal utama dalam menciptakan nilai ekonomi dan memperkuat jati diri Indonesia. Kemudian memperkuat nilai sosial budaya dalam masyarakat melalui ekonomi kreatif dengan dukungan teknologi. Apalagi sektor pariwisata dan ekonomi kreatif menyumbang PDB 7,7%, tenaga kerja 7,8% dan lapangan usaha 6,8%.

"Peluang terkini meliputi kesadaran komersialisasi kekayaan intelektual, kesiapan teknologi untuk kolaborasi kreatif dan budaya lokal yang siap di eksplorasi," katanya saat webbinar Lampung Begawi Bank Indonesia Lampung, Kamis, 9 September 2021

Penguatan kualitas kepariwisataan menciptakan daya tarik wisata. Produk dan jasa ekonomi kreatif seringkali menjadi daya tarik utama bahkan ciri khas suatu destinasi. Kemudian didorong melalui promosi yang secara terus menerus baik secara konvensional maupun secara digitalisasi.

Bupati Pesawaran Dendi Ramadhona mengatakan, garis pantai didaerahnya ada 120 km dan terdiri dari 40 pulau serta 18 pantai yang menyuguhkan beranekaragam biota laut. Kemudian juga memiliki pegunungan dan daratan yang menjadi destinasi wisata, ada 19 air terjun, 3 sumber air panas, 1 kampung tapis/handycrafts/alquran tapis, 6 wisata sejarah heritage tourism, dan berbagainya.

"Pesawaran memiliki wisata alam yang melimpah ada wisata budaya, bahari, sejarah, alam, kerajinan, dan kuliner. Kemudian membuat 50 desa wisata sehingga terwujudnya Pesawaran Bumi Wisata 2024," katanya.

Bupati Tulangbawang Barat Umar Ahmad mengatakan, pihaknya terus memperbaiki kualitas ruang maupun orang, apalagi daerah ini masuk kedalam daerah bukan lintasan dan bukan tujuan. Karena perbaikan inilah yang mengundang orang datang disini. Pihaknya berpikir keras untuk membuat kreatifitas-kreatifitas sehingga daerah ini menjadi tujuan wisatawan yang bisa berdampak kepada kesejahteraan masyarakat.

"Saat ini Tubaba adalah masa depan yang ingin dituju dengan orang-orangnya yang nemen/pekerja keras, nedes/tidak kenal menyerah, dan neremo/ikhlas. Kemudian dilengkapi nilai-nilai sederhana, setara dan lestari," katanya.

Ketua Umum Indonesia Fighter Tourism Association (IFTA), Hendra Perdana mengatakan Lampung memiliki potensi wisata yang bisa terus dikembangkan. Ia mengatakan strategi promosi wisata melalui konsep place, product, price, participant, dan promosi. "Ia juga terus mengeksplor wisata Lampung dan mengajak masyarakat untuk jalan-jalan ke Lampung," katanya.

EDITOR

Winarko

loading...




Komentar


Berita Terkait