#EKBIS#BERITALAMPUNG

Menteri Perluas Pabrik Nestle di Tiga Provinsi dengan Investasi Rp1,4 Triliun

Menteri Perluas Pabrik Nestle di Tiga Provinsi dengan Investasi Rp1,4 Triliun
Menteri Investasi Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Republik Indonesia Bahlil Lahadalia meresmikan perluasan kapasitas tiga pabrik Nestlé -- Dok Nestle


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Menteri Investasi Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Republik Indonesia Bahlil Lahadalia meresmikan perluasan kapasitas tiga pabrik Nestlé yang berlokasi di tiga provinsi yaitu Karawang (Jawa Barat), Kejayan-Pasuruan (Jawa Timur), dan Panjang (Bandar Lampung). Adapun total  investasi sebesar 100 juta dolar AS atau setara Rp1,4 triliun.

Untuk pabrik Nestle di Panjang, perluasan pabrik itu untuk mengelola bumbu masakan dengan brand Maggi. Selain memproduksi kopi, PT Nestle Panjang kini memproduksi bumbu Maggi.

Tidak ketinggalan PT Nestlé Indonesia menandatangani nota kesepahaman dengan Pemerintah Kabupaten Batang untuk mengembangkan kemitraan dengan calon peternak sapi perah dan kelompok peternak untuk mengembangkan peternakan sapi perah dan bahan baku susu segar untuk pabrik baru tersebut. Pabrik akan menghasilkan susu cair Bear Brand dan minuman siap konsumsi Milo dan Nescafe untuk memenuhi permintaan yang meningkat untuk produk-produk bergizi dari para konsumen. 

"Pabrik baru ini akan menciptakan sekitar 200 kesempatan kerja baru serta membuka kesempatan usaha baru di bidang pengembangan peternakan sapi bagi komunitas," kata Presiden Direktur PT Nestlé Indonesia, Ganesan Ampalavanar, melalui keterangan tertulis, Jumat, 21 Mei 2021.

Pada bagian lain, pabrik baru Nestlé Bandaraya yang terletak di kawasan industri Batang Industrial Park akan siap berproduksi komersial pada 2023. Produksinya menerapkan teknologi mutakhir guna memastikan standar operasional tertinggi yang ramah lingkungan. Pabrik baru akan dibangun di atas tanah seluas 20 hektare.

"Kami menyambut baik investasi Nestlé untuk pabrik baru dan perluasan kapasitas pabrik lainnya. Pola kerja sama antara investor dan pelaku usaha di daerah tempat berinvestasi inilah yang menjadi fokus Kementerian Investasi/BKPM. Investasi diharapkan menciptakan economic multiplier effect yang positif," kata Bahlil.

Sejak 1975, Nestlé Indonesia bekerja sama dengan peternak sapi perah di Jawa Timur dengan memberikan bantuan teknis dan keuangan untuk meningkatkan produktivitas dan kualitas produksi susu segar.

EDITOR

Wandi Barboy

loading...




Komentar


Berita Terkait