#PENYELUNDUPAN#SATWADILINDUNGI#BERITALAMPUNGSELATAN

Menteri LHK Sambangi Mapolres Lamsel soal Penyelundupan Orang Utan

Menteri LHK Sambangi Mapolres Lamsel soal Penyelundupan Orang Utan
Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya Bakar menyambangi konservasi satwa, Jakarta Animal Aid Network (JAAN) Kalianda, Lampung Selatan. (Foto: Lampost.co /Perdhana Wibysono)


Kalianda (lampost.co) - - Berhasil mengungkap kasus penyelundupan dua orang utan, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya Bakar sambangi Mapolres Lampung Selatan, Senin 3 Mei 2021. Politiikus Partai NasDem itu didampingi jajaran Ditjen Kementerian LHK dari Jakarta menuju Lampung lewat jalur darat selepas salat Subuh.

Kedatangan Menteri LHK Siti Nurbaya Bakar disebabkan kekhawatirannya terhadap spesies orang utan, karena telah menjadi salah satu indikator sensitif dalam pembangunan nasional. "Saya selalu mengatakan ke Ditjen Gakkum, bahwa ada hukum spesifik yaitu hukum lingkungan dan didukung hukum moral, tapi tidak terlepas dari kepolisian karena disitu ada hukum pidana," ujarnya. 

Siti Nurbaya beserta jajaran kementerian berkomitmen mendukung sepenuhnya pihak kepolisian dalam rangka penyelesaian kasus-kasus penyelundupan dan perdagangan satwa liar, mulai dari proses investigasi hingga proses hukum. 

"Persoalan dan fakta lapangan sangat kongkrit dan sudah tidak bisa lagi diselesaikan dengan gagasan dan retorika. Pola kerjasama lintas lembaga seperti inilah yang sangat diharapkan oleh pemerintah," katanya. 

Usai menyambangi Mapolres Lampung Selatan, Menteri LHK beserta rombongan langsung menengok dua ekor anak orang utan di konservasi satwa, Jakarta Animal Aid Network (JAAN) Kalianda. 

Penyelundupan kedua anak orang utan yang diperkirakan berusia satu tahun itu berhasil di gagalkan tim gabungan di Seaport Interdiction Pelabuhan Bakauheni, Lampung Selatan, Selasa 27 April 2021, sekitar pukul 00.30 WIB.

Selanjutnya, Polres Lampung Selatan lakukan pengembangan terhadap pemilik kedua ekor anak orang utan dan berhasil meringkus di jalan Setia Budi, kota Medan, Sumatera Utara, Jumat 30 April 2021, sekitar pukul 12.00 WIB.

Setelah berhasil menangkap tersangka yakni Endiko Dean Prayuda (30), petugas langsung menuju indekosnya di jalan Coklat Lingkungan V, Desa Sukaramai, Kecamatan Binjai Barat, Kota Medan. Di indekos yang dijadikan gudang tempat penyimpanan satwa lainnya terdapat 2 ekor ular phyton, 18 ekor kadal soa kecil, 2 ekor kadar soa besar, 5 biawak air, 3 kura-kura kaki gajah dan 3 ekor kadal sabon.

"Terdapat satwa lain dalam indekos yang dijadikan gudang," kata Kasat Reskrim Polres Lampung Selatan AKP Enriko Donald Sidauruk. 

Tersangka berikut satwa liar yang berada di dalam kamar indekosnya langsung diamankan di Mapolres Lampung Selatan untuk penyidikan lebih lanjut. 

"Kami yang tangani kasus ini dengan koordinasi dengan BKSDA," ujarnya. 

EDITOR

Wandi Barboy

loading...




Komentar


Berita Terkait