#kementan#digital

Mentan Ingin Petani Milenial Terbiasa dengan Teknologi Digital

( kata)
Mentan Ingin Petani Milenial Terbiasa dengan Teknologi Digital
Mentan Syahrul Yasin Limpo. (Foto: MI/ Yoseph Pencawan)

Jakarta (Lampost.co) -- Kementerian Pertanian (Kementan) menggelar seminar Indonesia Agriculture Forum 2020 yang berlangsung melalui video teleconference, pada Kamis, 30 April 2020. Seminar ini digelar dengan tujuan menjadikan pendidikan vokasi sebagai pendidikan berkualitas pada bidang qualified agri creator dan qualified job seeker.
 
Dalam kesempatan ini, Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo mengharapkan generasi muda mampu terbiasa dengan sistem digital online dalam melakukan aktivitas kreator di bidang pangan pertanian.
 
"Karena itu pendidikan vokasi harus menjadi jawaban di tengah pandemi covid-19. Terutama bagi anak muda yang diharapkan selalu terbiasa dengan digital. Apalagi pendidikan adalah sebuah proses dan tantangan baru yang harus kita hadapi," ujar Mentan Syahrul di ruang Agriculture War Room (AWR) Kementan, dikutip keterangan tertulis, Jumat, 1 Mei 2020.

Syahrul mengharapkan seluruh pusat pendidikan pertanian baik di politeknik pembangunan pertanian (Polbangtan) maupun di perguruan tinggi lainya mampu menghadirkan SDM petani milenial yang gigih dan memiliki rasa keingintahuan pada perkembangan ilmu pengetahuan. Generasi seperti itu, kata Syahrul, selalu dibutuhkan untuk menjaga persaingan global yang semakin sulit.
 
"Karakter seorang petani adalah petarung di lapangan. Karena itu, negara membutuhkan anak bangsa yang kritis dalam melakukan segala hal. Sifat kritis ini bisa mengukur tingkat keceredasan seseorang," katanya.
 
Syahrul mengatakan, untuk melahirkan generasi semacam itu, maka, ke depan pendidikan vokasi perlu melakukan kompetisi yang dimotori oleh pemikiran dan mental tangguh. Dengan begitu, nantinya akan lahir petani milenial kreatif dan mampu berpikir inovatif dalam memajukan sektor pertanian ke depan.
 
Di tempat yang sama, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Kementan Dedi Nursyamsi mengaku bangga dengan alumni Polbangtan yang kini bisa berbicara banyak di dunia pertanian.
 
Sejak awal, kata Dedi, metode pembalajaran di Polbangtan memang selalu mengikuti alur perkembangan zaman dengan basis utamanya teknologi. Pola seperti itu akan memudahkan anak muda dalam melakukan kegiatan bertani dengan digital.
 
"Yang terpenting mereka mampu menciptakan sikap profesional, mandiri, dan berjiwa entrepeneur. Sejauh ini, beberapa alumni Polbangtan sudah ada yang tergabung dalam stratp up pertanian. Dan ini sangat luar biasa," tutupnya.

EDITOR

Medcom

loading...

Berita Terkait

Komentar