#menkominfo#kunjungankerja

Menkominfo Tinjau Kemajuan Pembuatan Satelit di Boeing dan SapceX

Menkominfo Tinjau Kemajuan Pembuatan Satelit di Boeing dan SapceX
Menteri Komunikasi danInformatika, Johnny G Plate melakukan kunjungan kerja ke Amerika Serikat. (Foto:Dok.Kominfo)


Los Angeles (Lampost.co)-- Menteri Komunikasi dan Informatika, Johnny G Plate melakukan kunjungan
kerja ke Amerika Serikat untuk memastikan kemajuan  pembuatan satelit di Boeing, SpaceX, dan Hughes Network System.

Boeing perusahaan manufaktur satelit untuk proyek Hot Backup Satellite (HBS). SpaceX perusahaan penyedia roket peluncur (rocket launcher) untuk HBS tersebut. Sedangkan Hughes Network System perusahaan yang menyediakan solusi broadband bagi satelit dengan teknologi High Throughput Satellite (HTS) yang digunakan HBS.
Dalam kunjungan ini, Menkominfo didampingi Direktur Utama Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) Kemkominfo Anang Latif, Dirjen Sumber Daya dan Perangkat Pos dan Informatika (SDPPI) Ismail, dan Dirjen Informasi dan Komunikasi Publik (IKP) Usman Kansong.
BAKTI Kemkominfo Maret lalu telah menandatangani kontrak proyek HBS dengan pemenang lelang Konsorsium Nusantara Jaya. Konsorsium Nusantara Jaya merupakan gabungan dari beberapa perusahaan, yaitu PT Satelit Nusantara Lima, PT DSST Mas Gemilang, PT Pasifik Satelit Nusantara, dan PT Palapa Satelit Nusa Sejahtera.

Direktur Utama BAKTI Anang Latif menjelaskan ada beberapa alasan pentingnya pengembangan proyek
HBS ini.

“HBS dipilih dalam rangka menyediakan dukungan cadangan untuk memitgasi segala risiko yang mungkin terjadi pada satelit SATRA-1. Selain memiliki fungsi   utama sebagai cadangan bagi SATRIA-1, penyediaan HBS bertujuan untuk menambah kecepatan internet dan meningkatkan user experience," jelasnya.

Proyek pembuatan HBS berlangsung sejak 19 Oktober 2021 oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika melalui BAKTI melaksanakan pengadaan dengan berpedoman pada Peraturan Direktur Utama BAKTI Nomor 4 Tahun 2021 tentang Tata Cara Pengadaan Barang/Jasa Penyediaan Hot Backup Satellite untuk Transformasi Digital.

Dirjen SDPPI Kemkominfo Ismail menerangkan teknologi satelit ini merupakan pilihan paling tepat untuk
mengatasi permasalahan pemerataan akses internet bagi negara yang bentang wilayahnya berkepulauan
seperti Indonesia ini.

EDITOR

Sri Agustina


loading...



Komentar


Berita Terkait