#airlanggahartarto

Menko Airlangga: Pengusaha Wanita yang Tangguh Percepat Pemulihan Ekonomi

Menko Airlangga: Pengusaha Wanita yang Tangguh Percepat Pemulihan Ekonomi
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto pada acara pelantikan dan pengukuhan pengurus Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (Iwapi) periode 2021-2026. Dok ekon.go.id


Jakarta (Lampost.co) -- Pemerintah memberikan beberapa insentif untuk pelaku usaha, mikro, kecil, dan menengah (UMKM) melalui Banpres Produktif Usaha Mikro (BPUM), bantuan kepada PKL, perluasan penjamin kredit, dan tambahan subsidi bunga baik KUR maupun Non KUR.

Dalam rangka mendukung peran wanita dan ibu rumah tangga untuk berusaha, Pemerintah menerbitkan skema KUR Super Mikro untuk ibu rumah tangga dan pekerja terkena PHK yang ingin berusaha. 

Untuk mempercepat pemulihan UMKM, Pemerintah meningkatkan plafon KUR sebanyak 2 kali pada tahun 2021 yaitu kenaikan pertama dari Rp220 triliun ke Rp253 triliun dan terakhir ditingkatkan kembali menjadi Rp285 triliun.

Bantuan subsidi upah (BSU) juga dianggarkan bagi 8,8 juta pekerja di sektor non kritikal di PPKM level 3 dan 4 yang masing-masing akan menerima Rp1 juta dan akan disalurkan dalam 5 tahap. Proses DIPA dari program BSU senilai Rp8,78 triliun ini selesai dilakukan dan dicairkan untuk 2,09 juta pekerja.

Pada Triwulan III-2021, BPUM ditargetkan dapat tersalurkan sebesar Rp 3,6 triliun kepada 3 juta peserta baru dan bantuan PKL ditargetkan dapat tersalurkan sebesar Rp1,2 triliun kepada 1 juta peserta baru. Program bantuan PKL ini akan menjaga keberlangsungan usaha pedagang kaki lima dan warung yang tersebar di seluruh Indonesia. 

Realisasi penyaluran BPUM hingga pertengahan Agustus lalu mencapai Rp14,21 triliun untuk 11,84 juta pelaku usaha mikro atau sebesar 92,52% dari total anggaran Rp15,36 triliun.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto pada acara pelantikan dan pengukuhan pengurus Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (Iwapi) periode 2021-2026, mengatakan organisasi perempuan pengusaha Indonesia itu diharapkan semakin kuat dan berjaya di tingkat nasional dan Internasional, serta dapat mendorong menyebarkan semangat kewirausahaan kepada wanita-wanita lain di Indonesia.

Berdasarkan data Kementerian Koperasi dan UKM, jumlah pengusaha di Indonesia terus meningkat. Bukan hanya jumlah pengusaha secara keseluruhan saja, tetapi jumlah wirausaha wanita di Indonesia juga terus meningkat. Berdasarkan hasil riset Global Entrepreneurship Monitor, womenpreneur di Indonesia mencapai 14% dari total penduduk.

“Saya mengapresiasi Iwapi yang terus mendorong agar pengusaha wanita untuk selalu maju ke depan dan terus terdepan di berbagai sektor. Hal itu juga dapat memberikan dampak positif kepada masyarakat termasuk wanita yang ingin membangun bisnis,” ujar Menko Airlangga.

Sejalan dengan itu, survei yang dilakukan Bank Indonesia juga memperlihatkan lebih dari 60% UMKM di Indonesia dijalankan perempuan atau sekitar 37 juta perempuan. Data ini menunjukkan partisipasi dan peran perempuan dalam mendukung perekonomian Indonesia sangat besar khususnya di sektor pelaku UMKM.

Selain itu, Pemerintah juga berkomitmen mereformasi struktural dalam mewujudkan transformasi ekonomi dan keberlanjutan ekonomi pascapandemi. 

Pertumbuhan ekonomi tinggi diperlukan untuk meningkatkan penyerapan tenaga kerja dan kesejahteraan masyarakat di tengah peningkatan pengangguran dan kemiskinan pada masa pandemi Covid-19, serta untuk keluar dari middle income trap dalam jangka menengah panjang.

Berbagai upaya yang dilakukan Pemerintah ini akan membantu memperkuat kembali momentum pemulihan ekonomi, sehingga diharapkan ekonomi dapat kembali tumbuh ekspansif di Triwulan IV-2021. Ekonomi Indonesia diproyeksikan dapat tumbuh di kisaran 3,7-4,5% di tahun 2021 dan tumbuh di kisaran 5,0-5,5% di tahun 2022. Proyeksi ekonomi Indonesia ini sejalan dengan ekspektasi pemulihan ekonomi global.

“Saya yakin dengan penguatan sinergi dan koordinasi antara Pemerintah dengan seluruh stakeholders, termasuk para wanita pengusaha yang tangguh, dapat meningkatkan resiliensi ekonomi selama masa pandemi dan sekaligus mempercepat momentum pemulihan ekonomi,” pungkasnya

 

EDITOR

Effran Kurniawan

loading...




Komentar


Berita Terkait