#vaksin#airlanggahartarto

Menko Airlangga Ajak Ikhwanul Muballighin Sukseskan Vaksinasi

Menko Airlangga Ajak Ikhwanul Muballighin Sukseskan Vaksinasi
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto tiba di Kongres IV DPP Ikhwanul Muballighin dan Deklarasi Gerakan Nasional Muballigh Berwirausaha, Sabtu, 28 Maret 2021. Lampost.co/Umar Robani


Jakarta (Lampost.co) -- Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartato mengajak seluruh anggota Ikhwanul Muballighin menyukseskan program vaksinasi covid-19. Menko mengimbau umat Muslim, khususnya jamaah Ikhwanul Muballighin untuk mengajak masyarakat mengikuti demi tercapainya kekebalan kelompok (herd immunity) sehingga ekonomi nasional makin membaik.

“Pada akhir tahun ditargetkan 70 persen masyarakat sudah divaksin. Para ulama juga beberapa waktu lalu sudah mulai divaksin," kata Menko Airlangga saat membuka Kongres IV DPP Ikhwanul Muballighin dan Deklarasi Gerakan Nasional Muballigh Berwirausaha, Sabtu, 28 Maret 2021.

Dalam kongres tersebut, Airlangga juga menegaskan bahwa pemerintah terus berikhtiar untuk menekan laju kasus penularan covid-19 sebagai langkah utama untuk memulihkan ekonomi nasional. Di sisi penanganan covid-19, pemerintah menerapkan  Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro dan vaksinasi sehingga kasus covid-19 mulai terkendali.

Hingga saat ini, jumlah penduduk yang telah divaksin akan menembus 10 juta penduduk dengan kecepatan vaksinasi mendekati 500 ribu penyuntikan per hari. Vaksin yang diberikan telah mendapatkan Emergency Use Authorization (EUA) dan dinyatakan halal oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI).

Terkendalinya kasus covid-19 melalui vaksinasi dan PPKM Mikro menciptakan peningkatan kepercayaan masyarakat yang tercermin dari meningkatnya tren indeks dan frekuensi belanja. 

“Sudah saatnya umat diajak mewujudkan kemandirian ekonomi dengan berwirausaha memanfaatkan fasilitas pembiayaan berbasis syariah yang ada," ungkapnya.

Menko Airlangga juga menyinggung Gerakan Nasional Wakaf Uang yang telah diluncurkan Presiden Joko Widodo pada 25 Januari 2021 lalu. Hal itu bertujuan menggalakan transformasi pelaksanaan wakaf yang lebih luas dan modern.

EDITOR

Sobih AW Adnan

loading...




Komentar


Berita Terkait