#nasional#ekbis

Menkeu: Pemerintah Perlu Waspadai Risiko Baru dari Ketidakpastian Global

Menkeu: Pemerintah Perlu Waspadai Risiko Baru dari Ketidakpastian Global
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati - - Foto: dok Kementerian Keuangan


Jakarta (Lampost.co) --  Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati menyebut pemulihan ekonomi Indonesia saat ini masih dibayangi oleh ketidakpastian global. Bahkan lingkungan global yang tidak statis mendorong banyak risiko baru sehingga perlu diwaspadai oleh pemerintah.
 
"Pada saat ini kami fokus pulihkan ekonomi dan APBN, lingkungan global tidak statis, risiko muncul dalam bentuk baru," katanya dalam webinar, Jumat, 19 November 2021.
 
Sri Mulyani membeberkan risiko global datang dari kenaikan inflasi Amerika Serikat (AS) yang mencapai lebih dari enam persen atau tertinggi dalam 30 tahun terakhir. Kondisi ini tentunya akan menimbulkan implikasi dari kebijakan moneter maupun fiskal yang diambil otoritas setempat.
 
"Mereka akan dipaksa injak rem, kalau AS injak rem maka seluruh dunia ikut terguncang. Kalau istilahnya when the advance, big country sneeze, the rest, kena flu. Jadi ini sesuatu harus diwaspadai," ungkapnya. 
 
Dengan kenaikan inflasi di AS tersebut, ia memperkirakan pengetatan kebijakan moneter (tapering off) oleh bank sentral AS, The Fed akan dilakukan pada tahun depan. Oleh karena itu, pemerintah akan mewaspadai dampak kebijakan The Fed terhadap kondisi domestik.
 
Di sisi lain, kondisi di negara-negara maju lain juga masih akan berpengaruh terhadap negara berkembang. Tak hanya di AS, beberapa negara di Eropa juga mengalami kenaikan inflasi, kenaikan harga komoditas, hingga distribusi supply energi yang bisa berdampak ke Indonesia.
 
"Tiongkok juga melemah karena ada kenaikan harga dari sisi produksi, karena tidak semua flow of good dan labour supply bisa berubah atau adjust cepat pada saat permintaan tinggi. Jadi ini lingkungan kita waspadai sampai akhir tahun sampai tahun depan saat menjaga ekonomi dan menyehatkan APBN," tambahnya.
 
Guna menghindari hal serupa, pemerintah akan mengoptimalisasi APBN untuk menjaga momentum pemulihan ekonomi seiring dengan optimalisasi penggunaan APBN. "Kita berharap pandemi tetap terkendali dan daya beli masyarakat akan kembali meningkat dan turut menopang pertumbuhan ekonomi maupun menjaga tingkat inflasi," pungkas dia.

EDITOR

Wandi Barboy

loading...




Komentar


Berita Terkait