#beritalampung#ngabuburit#ramadan

Menikmati Ngabuburit Bersama Ular Berbisa

Menikmati Ngabuburit Bersama Ular Berbisa
Sekelompok remaja bermain ular cincin dan sanca (phyton) di taman gajah PKOR, Way Halim, Minggu (20/5/2018). (Lampost.co/Effran Kurniawan)


BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- Menunggu waktu berbuka puasa bisa diisi berbagai kegiatan yang umumnya dengan memutari kota dan bermain di taman guna menghabiskan waktu bersama keluarga atau teman-teman. Namun, suasana ngabuburit berbeda terdapat di Taman Gajah kompleks Pusat Kegiatan Olah Raga (PKOR) Wayhalim pada Minggu (20/5/2018).


Sekelompok remaja asik bermain bersama ular peliharaan berbisa yang mematikan. Dibawah buritan patung gajah berukuran tiga meter itu muda-mudi tersebut melepaskan empat hewan reptil dari kandangnya seolah hendak mengadu kekuatan dihadapan gajah.

Ada dua jenis ular yang dimainkannya, yaitu ular cincin yang memiliki bisa tingkat tinggi berukuran dua meter dengan warna hitam kelamnya dengan hiasan corak kuning yang melingkar disetiap 20 centimeter tubuhnya dan sanca kembang dengan motif indah batik berwarna cokelat kehitaman.

Sontak, aksi-aksi pawang ular remaja itu pun mengundang banyak masyarakat untuk berkumpul dan melihat aksi-aksi pawang ular remaja itu. Memang kedua jenis ular itu masih terbilang kecil, tetapi efek mematikan yang ada pada bisa ular cincin dan lilitan erat pada piton tetap akan membuat mangsanya dapat meregang nyawa.


Keganasan ular cincin itu dibuktikan dengan aksi salah seorang remaja yang merelakan lengannya digigit ular berbisa itu. Sekitar semenit ular itu menancapkan taringnya disela-sela jari seraya mengirimkan bisa yang dimilikinya. Hasilnya pun luka berupa dua lubang dengan bercak darah mengalir dilengannya.

Hal itu membuat masyarakat pun terkejut dan mengkhawatirkan keadaan sang pecinta ular setelah racun ular masuk ke dalam tubuh dan menyatu di sel-sel darah. Namun, kenyataannya pemuda itu tidak merasakan efek samping apapun. Sebab, racun ular itu telah dikeluarkan terlebih dahulu dari kedua taringnya.

Caca (20) mengatakan dirinya baru pertama kalinya melihat ular berbisa secara langsung. Selama ini, dirinya hanya mengenali tubuh ular dari layar kaca televisi. Ditengah rasa penasarannya, dia mengaku sedikit merasa takut untuk melihat liukan ular itu ditanah. Terlebih, saat aksi ular yang menggigit tangan pawangnya.

"Saya baru sekali ini melihatnya. Sebenarnya mau pegangnya, karena penasaran juga sisik ular itu seperti apa, tetapi saya juga takut," kata wanita warga Wayhalim yang menunggu beduk magrib bersama rekan prianya itu.

Senada, Rahma mengatakan tidak terlalu mengkhawatirkan atraksi ular tersebut. Diyakininya, ular tersebut telah jinak dan tidak akan memberikan luka parah. Terlebih, terdapat pemiliknya yang memiliki keahlian dalam memberlakukan ular dengan baik. "Saya tadi coba pegang dan tidak apa-apa. Sebenarnya baru sekali ini juga sih bisa pegang ular," kata dia.

EDITOR

Effran Kurniawan


loading...



Komentar


Berita Terkait