#mediagroup

Menggerakkan Fiskal dan Moneter bersama Media Group News Summit

Menggerakkan Fiskal dan Moneter bersama Media Group News Summit
Media Group News Summit: Indonesia 2021. Foto: dok MGN Summit


Jakarta (Lampost.co) -- Pandemi Covid-19 nyaris melumpuhkan perekonomian nasional. Namun masih ada peluang yang bisa dikembangkan di tengah kesulitan ini.
 
Keterlibatan semua pihak untuk saling bahu membahu menciptakan peluang, patut didukung. Karena pemulihan ekonomi ini bukan hanya tanggung jawab pemerintah semata.
 
Media Group News Summit: Indonesia 2021 (MGN Summit) menawarkan solusi bersama. Baik untuk menggerakkan kemampuan fiskal maupun moneter. Sementara sektor riil menjadi penopang utama agar mampu menciptakan lapangan kerja.

MGN Summit: Indonesia 2021 nantinya akan dimoderatori oleh CEO Medcom.id Kania Sutisnawinata untuk tema Economic Recovery: How to Accelerate Economic Growth.
 
Adapun narasumber dan panelis yang akan bergabung di antaranya Menteri Keuangan Sri Mulyani, Menteri BUMN Erick Thohir, Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi, Kepala BKPM Bahlil Lahadalia, Rektor UI Ari Kuncoro, Peneliti CSIS Fadjar B. Hirawan, Wakil Ketua Apindo Shinta Kamdani, CEO Investree Adrian Gunadi, serta Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso.

Baca: Survey Media Group News: 50% Lebih Warga Sumatra belum Yakin Vaksin Mengakhiri Pandemi
 

MGN Summit: Indonesia 2021 merupakan sebuah hybrid event. Acara ini menggabungkan konsep off air dan online yang terbagi ke dalam beberapa sesi. Dalam setiap sesinya, hadir beberapa pembicara dari perwakilan pemerintah, pengusaha, akademisi, dan para ahli.
 
Salah satu elemen penting dari MGN Summit ini adalah paparan hasil survei dari News Research Centre (NRC) Media Group News. Survei dilakukan secara nasional di 34 provinsi di Tanah Air. Survei akan menjadi pemantik dalam pembahasan di MGN Summit.
 
Empat hal yang disoroti dalam survei, yakni pemulihan ekonomi, kesehatan masyarakat, energi hijau, dan pariwisata. Di luar empat tema besar itu, MGN Summit juga akan membahas permasalahan terkini, terutama antisipasi dampak gelombang Covid-19.

EDITOR

Sobih AW Adnan

loading...




Komentar


Berita Terkait