#kinderjoy#BPOM

Mengenal Bakteri Salmonella yang Diduga Ada di Kinder Joy

Mengenal Bakteri Salmonella yang Diduga Ada di Kinder Joy
Ilustrasi Medcom.id


Jakarta (Lampost.co) -- Bagi si kecil penggemar coklat Kinder Joy mungkin akan bersedih. Pasalnya Badan POM RI telah menarik dan menghentikan peredaran cokelat kinder joy dari pasaran di Indonesia. 

 

Keputusan itu, menindaklanjuti kebijakan pada 2 April 2022, dimana FSA Inggris menerbitkan peringatan publik terkait penarikan secara sukarela produk cokelat merek Kinder Surprise karena diduga terkontaminasi bakteri Salmonella (non-thypoid).

 

Baca juga: Tercemar Bakteri, Produk Kinder Joy Ditarik dari Peredaran

Produk yang ditarik adalah produk cokelat merek Kinder Surprise dalam kemasan tunggal 20 gram dan kemasan isi 3 @20 gram, dengan batas tanggal kedaluwarsa masing-masing produk sampai dengan tanggal 7 Oktober 2022. Korban yang terdampak sebanyak 63 orang anak-anak, namun tidak sampai menyebabkan kematian.

Menyerang usus

Seperti yang telah dirangkum dari berbagai sumber, bakteri Salmonella biasanya masuk ke tubuh melalui makanan. Makanan itu terutama telur, daging sapi, daging unggas, buah-buahan, dan air atau susu yang terkontaminasi. Atau saat seseorang makan makanan atau minum minuman yang tidak bersih. 

Akibatnya, orang tersebut akan terkena penyakit akibat infeksi bakteri Salmonella pada saluran usus. Penyakit ini biasa disebut Salmonellosis. Penyakit ini sangat terkait dengan kondisi higienitas perorangan dan lingkungan.

Gejala yang ditimbulkan

Siapa pun bisa terserang bakteri Salmonella, terutama pada daerah endemis seperti di Indonesia ini. Namun memang, bayi dan anak-anak yang berusia kurang dari lima tahun lebih rentan terinfeksi bakteri Salmonella.

Gejala mulai timbul 8–72 jam setelah bakteri masuk dan menginfeksi usus. Dan umumnya ini terjadi selama empat sampai tujuh hari. Adapun gejala yang muncul dari infeksi ini adalah mual, muntah, kram perut, diare, demam, sakit kepala, panas dingin, dan darah di feses.

Seseorang yang terinfeksi salmonella berat bisa mengalami pecah atau robek dinding usus dan terjadi peradangan pada selaput pembungkus dinding perut atau peritonitis. 

Gejala yang dapat timbul jika terjadi komplikasi ini adalah tidak dapat buang gas atau buang air besar, nyeri perut hebat, penurunan tekanan darah, hingga penurunan kesadaran. Komplikasi lainnya dari Salmonellosis ini adalah penyebaran bakteri melalui pembuluh darah ke seluruh tubuh yang dapat mengancam nyawa.

Cara pencegahan

Sebenarnya, cara untuk mencegah masuknya bakteri ini ke dalam tubuh cukup mudah. Cukup cuci tangan dengan sabun sebelum makan dan setelah dari toilet. Jangan lupa juga untuk cuci tangan dengan sabun setelah bersentuhan dengan unggas atau hewan peliharaan.

EDITOR

Winarko

loading...




Komentar


Berita Terkait