#DBD#LAMPUNGSELATAN

Mengawali 2022, Delapan Kasus DBD Tercatat di Kecamatan Natar Lamsel

Mengawali 2022, Delapan Kasus DBD Tercatat di Kecamatan Natar Lamsel
Petugas Puskesmas Hajimena mengecek kebersihan rumah warga untuk menekan angka kasus DBD di Kecamatan Natar, Lampung Selatan, Rabu, 12 Januari 2022.  (Foto: Lampost.co/Febi Herumanika)


Kalianda (Lampost.co) -- Mengawali tahun ini, sedikitnya ada delapan kasus baru demam berdarah dengue (DBD) tercatat di wilayah kecamatan Natar, Lampung Selatan(Lamsel). Perinciannya, enam kasus ditangani UPT Puskesmas Hajimena dan dua kasus ditangani oleh UPT Puskesmas Natar.  

Kepala UPT Puskesmas Hajimena, Nessi Yunita, mengungkapkan, di wilayah kerja Puskesmas Tanjungsari awal tahun 2022 terdapat enam kasus warga terkena DBD. 

"Ada enam kasus DBD. Dua di Desa Hajimena, tiga di Desa Sidosari, dan satu di Desa Pemanggilan," kata Nessi di ruang kerja di UPT Puskesmas Hajimena, Rabu, 12 Januari 2022.

Menurutnya, pihak puskesmas selalu mengimbau bahwa pengasapan (fogging) yang dilakukan bukan membunuh jentik, melainkan membasmi nyamuk dewasa. Oleh sebab itu, kebersihan harus betul-betul dijaga terutama barang bekas yang tidak terpakai jangan ada genangan air. 

"Dipantau lingkungan sekitar rumah. Kalau ada potensi tempat nyamuk berkembang biak seperti ada barang bekas yang terisi air dibersihkan sesuai ketentuan yang ditetapkan," ujar Nessi.

Baca juga: Daftar Kabupaten/Kota Rawan DBD di Lampung

Menurutnya, petugas puskesmas akan selalu mengecek setiap rumah warga jika ditemukan ada kasus baru. Setelah dicek petugas, ternyata ada tempat yang berpotensi menyebabkan nyamuk berkembang biak. 

"Ada ban mobil bekas terisi air hujan kami temukan di sekitar rumah warga. Semestinya dirapihkan supaya tidak jadi tempat nyamuk bersarang," kata Nessi.

Di sisi lain, Kepala UPT Puskesmas Natar, Putra Kurniawan, mengatakan ada dua kasus DBD pada awal tahun ini. Untuk mengantisipasi lonjakan kasus di musim pancaroba seperti sekarang, pihak puskesmas mengimbau warga untuk membersihkan lingkungan khususnya barang bekas, tempat nyamuk berkembang biak. 

"Awal tahun ada dua kasus di wilayah kerja puskesmas. Kami selalu mengimbau supaya bersih-bersih. Usahakan jangan ada genangan air terutama bak penampungan air harus rajin dikuras. Karena di situlah tempat jentik nyamuk DBD berkembang biak. Jika ada yang sakit segera ke puskesmas untuk diperiksa," ujar Putra.

Sejumlah puskesmas di Kecamatan Natar melakukan sosialisasi serta mendatangi setiap desa untuk melihat sejauh mana kebersihan lingkungan masyarakat. Hal itu untuk memastikan tidak ada tempat nyamuk berkembang biak. Adapun sejumlah puskesmas yang gencar melakukan sosialisasi untuk menekan angka kasus DBD kepada warga antara lain Puskesmas Hajimena, Natar, Tanjungsari, Branti Raya, dan Sukadamai. 

 

EDITOR

Wandi Barboy

loading...




Komentar


Berita Terkait