#Kejahatan#Penipuan#Laporan-Palsu

Mengaku Dibegal, Sejoli Asal Lampura Malah Ditangkap

Mengaku Dibegal, Sejoli Asal Lampura Malah Ditangkap
Dua terduga pembuat laporan palsu dan anggota Polsek Way Pengubuan. (Dok polsek/Lampost.co)


Guning Sugih (Lampost.co) -- Jajaran Polsek Way Pengubuan, Lampung Tengah menangkap sejoli asal Lampung Utara. Mereka diketahui membuat laporan palsu kepada polisi menjadi korban pembegalan demi menghindari tunggakan hutang.

Sepasang kekasih itu yakni, Aning Diah (22), warga Kota Bumi Selatan, dan Erik Hermawan (21), warga Kota Bumi Tengah. Keduanya dibekuk aparat, Rabu malam, 29 Januari 2020. Mereka ditangkap terpisah di kediaman masng masing.

"Keduanya melapor menjadi korban begal di Jalinsum Way Pengubuan pada, Jumat, 27 Desember 2019 lalu. Mereka kemudian membuat laporan ke Polsek Way Pengubuhan pada, Senin, 13 Januari 2020," ujar Kapolsek Way Pengubuan Iptu Widodo Rahayu, Kamis, 30 Januari 2020.

Keduanya mengaku mengalami kerugian berupa satu unit sepeda motor Honda beat dan dua unit HP merek OPPO. Keterangan keduanya; pelaku pembegalan dua orang yang masing-masing menggunakan sejata api dan senjata tajam.

Selanjutnya menurut Kapolsek, ia bersama Unit Reskrim dan anggota melakukan penyelidikan. Hasilnya diketahui peristiwa pembegalan yang dilaporkan itu tidak ada.

Atas perbuatan kedua pelaku yang membuat laporan palsu serta memberi keterangan bohong kepada Polsek Way Pengubuan, keduanya dibekuk dari rumahnya masing-masing.

"Setelah itu mereka mengaku membuat laporan palsu untuk menghapuskan hutang atas motor yang dibeli secara kredit dan mendapat uang asuransi dari motor tersebut," terangnya.

Polisi menyita satu lembar Surat STPL atas nama Aning Diah, satu bundel BAP atas nama Aning Diah, satu buah kotak HP merek OPPO A37F, satu lembar surat keterangan dari PT. Mega Auto Finace, satu lembar surat keterangan habis kontrak dari AlfaMart dan satu lembar foto dokumentasi saat pelaku melapor.

Kedua pelaku, Aning Diah bersama pacarnya Erik Hermawan, dijerat dengan Pasal Penipuan 378 KUHP dan atau Pasal 220 KUHP dengan ancaman hukuman 4 tahun penjara.

Kapolsek  mengimbau agar tidak main-main dengan laporan bohong hanya sebagai dalih menghapus hutang dan mencari untung. Sebab hal semacam itu bisa dijerat dengan undang-undang.

EDITOR

Abdul Gafur

loading...




Komentar


Berita Terkait