#kriminal#perkosa#memeras#beritalampung

Mengaku Anggota TNI, Kenalan Lewat FB Lalu Peras dan Perkosa Korban 

Mengaku Anggota TNI, Kenalan Lewat FB Lalu Peras dan Perkosa Korban 
Ini profil pelaku yang nayamar jadi anggota TNI untuk perdaya calon korbannya. (Ilustrasi/FB Pelaku)


BANDAR LAMPUNG (Lampost.co)--Subdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Lampung menangkap pasangan suami istri yakni, Swarda (27) dan istrinya Rosdiana (25), warga Dusun Sukadana Ilir, Bunga Mayang, Lampung Utara pada Senin, 4 Juni 2018 di kediaman, lantaran diduga menculik, pemerkosaan, dan pemerasan dengan korban BA (22) Warga Way Kanan.

Modus yang digunakan pelaku yakni, dengan menyamar sebagai anggota TNI AD yang berdinas di Kalimantan Timur melalui Facebook dengan nama Dodi Syafid. Status, foto, dan postingan Swarda mampu membuat korban tertipu.
"Jadi pelaku ngaku TNI, terus melakukan pendekatan ke korban, dan mau diajak berpacaran," ujar Dirreskrimum Polda Lampung AKBP Bobby Marpaung Jumat (8/6/2018).
Mereka intens berkomunikasi dari Feburari hingga Maret 2018, sampai pada Minggu (25/3/2018) sekitar 18.00  akhirnya keduanya sepakat untuk bertemu di Dusun Purwodadi Sungkai Utara, Lama Utara. Korban yang sedang kuliah di Bandar Lampung berangkat menggunakan travel yang dipesan pelaku.
"Sesampainya di Lampung Utara dijemput menggunakan sepeda motor oleh pelaku dan dibawa menuju sebuah gubuk di tengah kebun sawit," kata Bobby.
Pelaku saat kejadian ditemani rekannya yang kini Masih DPO, menyekap dan mengancam korban dengan pisau hingga ketakutan. Lantas korban dirudapaksa berulang kali, serta memfoto dan merekam kejadian tersebut. "Hp korban diambil kemudian direkam," katanya.
Lantas video tersebut dijadikan alat untuk memeras korban, hingga akhirnya keluarga  korban mengirim uang sebesar Rp20 juta ke pelaku, agar video tersebut tidak tersebar.
"Saat kejadian tersebut, korban meminta keluarga untuk mengirimkan uang," katanya.
Sementara Kasubdit III Jatanras AKBP Ruli Andi Yunianto, mengatakan diduga pelaku sudah beraksi lebih dari satu kali. Tercatat sudah ada tiga laporan yakni, Laporan Polisi : LP/512/III/2018/SPKT, tgl 26 Maret 2018, dan Laporan Polisi : LP/691/V/2018/Polda Lampung/Res LU, tgl 23 Mei 2018.
"Yang terdeteksi baru dua, tapi kami duga masih lebih, salah satu korban sebelumnya warga Palembang, dengan modus yang sama," katanya.
Ruli juga mengatakan sang istri pelaku Rosdiana memiliki peran. Pertama ia berpura-pura menjadi ibu pelaku, dan berinteraksi dengan para korbannya, kedua ia yang mengambil uang hasil memeras yang ditransfer Korban. 
"Barang bukti satu buah pisau, dan Hp sudah kita amankan, satu pelaku lainnya masih kita kejar," katanya.
Keduanya dikenakan pasal berlapis yakni, pasal 386 KUHP tentang pemerasan, pasal 328 KUHP tentang Penculikan, dan pasal 285 KUHP tentang pemerkosaan, dan diancam 12 tahun penjara.

EDITOR

Asrul Septian Malik

loading...




Komentar


Berita Terkait