#jamuherbal#peluangbisnis#beritalampura

Mendulang Rupiah dengan Memanfaatkan Pekarangan Rumah

Mendulang Rupiah dengan Memanfaatkan Pekarangan Rumah
Nuryani menunjukkan jamu herbal buatannya. Foto: Yudhi Hardiyanto


KOTABUMI (Lampost.co) -- Dengan penanaman empon-emponan atau tanaman obat, seperti jahe, kunyit, temulawak dan beragam jenis tanaman obat lain bila di olah dengan sedikit sentuhan teknologi dapat menjadi tambahan penghasilan bagi keluarga.

Nuryani, pengrajin jamu instan rumahan dari Desa Sumberarum, Kecamatan Kotabumi mengatakan pemanfaatan pekarangan rumah, bukan sebatas untuk menanam sayuran guna pemenuhan konsumsi harian keluarga. Bila cakupan penanaman diperluas dengan beragam jenis tanaman obat, kita bukan hanya menunjang kesehatan bagi anggota keluarga saja. Tapi, ragam jenis tanaman empon-emponan itu dapat bernilai guna menjadi salah satu sumber tambahan penghasilan.

"Untuk menjadi tambahan penghasilan, ragam tanaman herbal mesti disajikan dengan kemasan sekreatif mungkin, guna menarik minat konsumen membeli produk yang ditawarkan," ujar Nuryani saat ditemui di kediamannya, Senin, 9 September 2019.

Menurutnya, ragam produk olahan tanaman herbal memiliki pangsa pasarnya masing-masing dan tidak terpaku satu atau dua jenis tanaman herbal saja.

Untuk produk penyajiannya, olahan bahan herbal dapat dijual dalam bentuk serbuk atau irisan tipis-tipis dan konsumen tinggal menyedunya seperti membuat teh.

Kelebihan produk olahan rumah tangga ini, selain kita dapat memastikan produk yang dihasilkan merupakan produk organik, harga jualnya bersaing dengan produk sejenis,. Sebab, bahan baku pembuatan jamu kemasan tersebut diambil langsung dari pekarangan rumah sendiri.

"Satu pak kecil jamu instan siap sedu dihargai Rp7.500. Dalam satu pak ada lima bungkus kecil, kalau pak besar terdiri dari 200 bungkus kecil. Keuntungan produk olahan jamu instan olahan ini bisa 50 persen mas. Yang penting telaten," tuturnya.

EDITOR

Yudhi Hardiyanto

loading...




Komentar


Berita Terkait