#kaintapis#tapislampung

Mendirikan Toko Tapis Berbekal Pengalaman Jadi Karyawan

Mendirikan Toko Tapis Berbekal Pengalaman Jadi Karyawan
Seorang siswa PKL sedang mengerjakan kain tapis di House Tapis Citra, Jalan Cendrawasih, Tanjungagung, Tanjungkarang Timur, Bandar Lampung, Juamt, 11 November 2022. Lampost/Andi Apriadi


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Pengalaman menjadi karyawan di perajin tapis menjadi modal Desi Impyani untuk terjun langsung menggeluti dalam pembuatan dan penjualannya. Kini dia memiliki toko tapis bernama House Tapis Citra di Jalan Cendrawasih, Tanjungagung, Tanjungkarang Timur, Bandar Lampung.

Desi menceritakan sudah bergelut dengan tapis sejak lulus SMK pada 2004. Kemudian, dia memutuskan bekerja di salah satu perajin tapis di Bandar Lampung.

"Saya dulu di SMKN 5 Bandar Lampung jurusan bidang tekstil. Kemudian lulus 2004 jadi karyawan Ibu Yanti Tapis di Kampung Sawah Brebes. Kemudian kerja sampai 12 tahun dan memutuskan keluar, terus buka usaha tapis sendiri pada 2016," ujarnya di tempat usahanya, Jumat, 11 November 2022.

Baca juga: Stok Melimpah, Harga Cabai di Bandar Lampung Turun 

Dia mengatakan pada awal membuka House Tapis Citra dengan membeli bahan pembuatan tapis melalui online. Tapi sebagian bahan, seperti benang emas dan kainnya, banyak didapat dari Lampung.

"Produk yang dijual di sini kebanyakan kain tapis yang sudah dimodifikasi, interior hias dinding, baju, suvenir, dan ada beberapa lagi," ujarnya.

Model yang dimodifikasi dari bahan tenun dan kain tapis yang menggunakan benang emas. Untuk proses pembuatan kain tapis 3—4 bulan.

"Lamanya proses pengerjaan kain tapis karena saya melibatkan ibu-ibu rumah tangga di sini dan anak-anak PKL. Selain itu juga kami menerima pesanan sesuai permintaan konsumen karena motifnya ada beberapa, seperti motif pucuk rebung, matakibau yang dimodifikasi menjadi siger lampung," katanya.

Produk House Tapis Citra sering mengikuti pameran di luar daerah melalui Dekranasda Lampung dan Dinas Koperasi Lampung. Selain itu, produknya kerap diikutsertakan dalam bazar-bazar.

"Kalau untuk penjualan melalui online pesananny ada dari Ambon dan Kalimantan yang sering kami kirim," katanya.

"Dukungan dari pemerintah selama ini sangat baik dan mereka juga tak berhenti memberikan dukungan serta nasihat supaya produk saya ini semakin bagus," katanya.

Produk House Tapis Citra dijual berkisaran ratusan ribu sampai jutaan rupiah, bergantung jenis produk yang konsumen pesan.

"Kalau harga sendiri berkisaran Rp9,5 juta, itu kain tapis sama selendang karena pengerjaan bisa sampai 8 bulan. Sedangkan yang biasa Rp600 ribu, tapi yang sering terjual itu kain seharga Rp2,5 juta," kata ibu dua anak ini.

Dia menambahkan selama proses membuka usaha tapis banyak kendalanya, seperti konsumen ingin tapis yang dipesan cepat jadi. "Banyak kendala daam tapis ini. Di mana biasanya pembelikan ingin cepat, tapi proses pembuatan kan lama karena pengerjaannya manual. Kalau untuk senangnya, omzet bisa jutaan rupiah, tapi itu juga kalau banyak pesanan dan tidak menawar lagi," ujarnya.

EDITOR

Muharram Candra Lugina


loading...



Komentar


Berita Terkait