#komoditas#bawangmerah

Mendag: Kenaikan Harga Bawang Merah Dipengaruhi Cuaca

( kata)
Mendag: Kenaikan Harga Bawang Merah Dipengaruhi Cuaca
dok Lampost.co

Jakarta (Lampost.co) -- Menteri Perdagangan (Mendag) Agus Suparmanto memastikan harga komoditas bawang merah mulai stabil seiring masuknya pasokan panen pada Mei 2020. Kenaikan harga beberapa waktu terakhir terjadi lantaran dipengaruhi cuaca musim penghujan yang kurang mendukung produksi petani.
 
Berdasarkan informasi dari Asosiasi Bawang Merah Indonesia (ABMI), harga bawang merah saat ini mengalami kenaikan akibat turunnya produksi di sentra produksi bawang merah di Brebes Jawa Tengah hingga 10 persen.
 
Hasil tanam yang kurang bagus dan stok panen sebelumnya mengalami kerusakan. Selain itu, harga bibit bawang merah juga naik 125 persen menjadi Rp40.000-45.000 per kg dari biasanya hanya Rp20.000 per kg.

Menurut Agus, hal ini berpengaruh terhadap penurunan luas tanam sekitar 20-30 persen karena yang bisa tanam hanya petani bermodal besar.
 
Setelah berkoordinasi dengan Kementerian Pertanian, diketahui kenaikan harga bibit dan serangan hama (OPT) cenderung lebih tinggi pada musim hujan yang tentunya berimbas juga pada harga di tingkat konsumen.
 
“Dari sisi distribusi ke Jakarta saat ini juga diinfokan ada penurunan. Pengiriman bawang merah dari Brebes ke Jakarta saat ini sebanyak 25 truk/hari berkurang 16 persen dari sebelumnya 30 truk per hari," kata Agus dalam konferensi pers secara virtual, Rabu, 29 April 2020.
 
Pasokan bawang merah ke Pasar Induk Kramat Jati juga menjadi sekitar 79 ton per hari dalam seminggu terakhir atau di bawah pasokan normal 98 ton per hari. Harga bawang merah di Pasar Induk Kramat Jati saat ini Rp42.000 per kg, tertinggi di Manokwari Rp70.000 per kg dan terendah di Kupang sebesar Rp30.000 per kg.
 
Agus memaparkan bahwa harga bawang merah di tingkat petani saat ini sekitar Rp27.000—28.000 per kg, dalam posisi masih di lahan dan kondisi basah. Kemudian diperlukan proses lanjutan seperti pengeringan, pembersihan serta faktor susut yang mempengaruhi hingga bawang siap dijual secara eceran.
 
Dari informasi Kementan, pada akhir Mei 2020 akan ada potensi panen raya di sentra produksi lainnya di luar wilayah Pantura Jawa, seperti Nganjuk, Bima, dan Enrekang. Panen ini diharapkan dapat membantu meningkatkan pasokan dan menurunkan harga mendekati atau bahkan mencapai tingkat harga wajar Rp.32.000 per kg.
 
Adapun kondisi pasokan indikatif bawang merah di Pasar Induk Kramat Jati per 28 April 2020 sebesar 93 ton. Rata-rata pasokan harian bawang merah dalam seminggu terakhir sebesar 80 ton per hari, berada di bawah jumlah pasokan normal 98 ton per hari. Dibanding seminggu lalu, harga bawang merah di Pasar Induk Kramat Jati naik 8,57 persen menjadi Rp38.000 per kg.
 

EDITOR

Medcom

loading...

Berita Terkait

Komentar