#kriminal#pencurian#beritatanggamus

Mencuri Motor Bibi, Remaja di Pugung Dipolisikan oleh Pihak Keluarga

( kata)
Mencuri Motor Bibi, Remaja di Pugung Dipolisikan oleh Pihak Keluarga
Pelaku saat digelandang ke kantor polisi. Foto: Dok

Kotaagung (Lampost.co): Remaja yang masih berusia belasan tahun nekat membobol rumah milik bibinya dan menggondol sepeda motor hanya karena ingin mendapat uang ratusan ribu rupiah. Peristiwa ini terjadi di Pekon Waymanak, Kecamatan Pugung, Kabupaten Tanggamus, Senin, 27 Juli 2020.

Pelaku berinisial NS (16) warga Pugung diserahkan oleh pihak keluarga ke Mapolsek setempat setelah sebelumnya diadakan musyawarah keluarga atas kenakalan pelaku.

Pugung Ipda Okta Devi membenarkan jika pelaku diserahkan ke pihak kepolisian atas kesadaran pihak keluarga. Perwakilan keluarga korban dan pelaku menghubungi Kepolisian Sektor Pugung untuk menindak lanjuti kejadian tersebut. Pelaku kemudian di bawa ke Mapolsek untuk di proses secara hukum yang berlaku.

"Pihak keluarga menghubungi kami lalu dilakukan penjemputan pelaku untuk di proses secara hukum dengan menerapkan undang-undang perlindungan anak," kata Kapolsek mewakili Kapolres Tanggamus AKBP Oni Prasetya.

Sementara korban adalah Risma Dewi (50) yang masih memiliki hubungan kekerabatan dengan pelaku. Berdasarkan penuturan korban pada saat kejadian yakni Minggu, 26 Juli 2020, korban sedang berada di Bandar Lampung. Sedangkan anak korban, Riski Amelia juga sedang menginap di rumah salah satu saudaranya.

"Saat anak korban kembali ke rumah pada pukul 06.30 WIB, sepeda motor ibunya sudah tidak ada," ujarnya.

Kondisi pintu ruang tengah juga sudah berlubang, demikian juga dengan dinding dapur yang terbuat dari papan sudah mengalami kerusakan. Tidak hanya sepeda motor merek Yamaha Mio A-6534-WX yang hilang, sebuah celangan uang koin dan helm merk Boggo juga telah raib.

Kejadian ini lalu disampaikan kepada pihak keluarga. Keluarga besar korban kemudian berkumpul di rumah korban. Setelah dilakukan proses rembug maka diputuskan untuk mencari NS. Hal itu berdasarkan riwayat pelaku yang sebelumnya kerap melakukan pencurian kecil-kecilan di lingkungan keluarga.

Pada sidang keluarga ini, NS mengakui bahwa dirinya yang mencuri motor dan celengan berisi uang koin. "Setelah di desak keluarganya, korban lalu mengakui perbuatannya dan sepeda motor bibinya tersebut sudah dijual," kata Kapolsek.

Sepeda motor ini dijual seharga Rp700 ribu dengan pembayaran tunai Rp400 ribu dan sisanya di transfer. Motor dijual kepada orang tidak dikenal di Terminal Mulyojati (16C) Kota Metro. 

Atas perbuatannya pelaku dijerat Pasal 363 Ayat 1 ke 3 dan ke 5 KUHP jo pasal 367 ayat 2 KUHP, dengan ancaman maksimal 7 tahun penjara sementara dalam prosesnya menerapkan UU Perlindungan Anak.

EDITOR

Adi Sunaryo

loading...

Berita Terkait

Komentar