#tajuk#radikalisme#rohis

Menangkal Radikalisme dari Rohis

Menangkal Radikalisme dari Rohis
dok Lampost.co


KEUTUHAN Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) sudah menjadi harga mati dan tidak bisa ditawar-tawar lagi. Jangan sampai keutuhan NKRI dikorbankan hanya karena perbedaan. Justru, perbedaan menjadi penguat kokohnya persatuan dan kesatuan sebagai negara bangsa.

 

NKRI adalah bentuk negara yang terdiri dari wilayah kepulauan yang tersebar dengan beraneka ragam adat, budaya, suku, dan keyakinan. Istilah NKRI merujuk pada UUD 1945 Pasal 1 Ayat (1) yang berbunyi, Negara Indonesia ialah negara kesatuan, yang berbentuk republik.

Ketentuan ini dijelaskan dalam Pasal 18 UUD 1945 Ayat (1) yang menyatakan Negara Kesatuan Republik Indonesia dibagi atas daerah-daerah provinsi dan daerah provinsi itu dibagi atas kota dan kabupaten, yang tiap-tiap kota, kabupaten dan provinsi itu mempunyai pemerintahan daerah yang diatur dengan undang-undang.

Sebagai warga negara yang baik dan cinta Tanah Air, seharusnya semua orang tahu mengenai tujuan NKRI. Secara umum tujuan negara ialah untuk mencapai kesejahteraan umum dan melaksanakan ketertiban umum.

 

Tujuan NKRI yang telah dirancang para pendiri bangsa terdahulu, tentu diperlukan suatu usaha untuk mewujudkannya. Tak hanya dari pihak pemerintah tetapi juga peran dari seluruh rakyat Indonesia.

Namun, untuk mempertahankan NKRI tidaklah mudah. Banyak cobaan yang harus dialami, salah satunya paham radikalisme yang kerap muncul dalam beberapa dekade terakhir.

Apalagi kondisi saat ini dengan kemajuan teknologi yang kian masif membuat paham radikalisme sangat mudah muncul di kalangan pelajar dan mahasiswa. Pemikiran antitoleransi dengan cepat menyebar melalui media sosial.

Kondisi tersebut memang kerap menimbulkan kegaduhan yang cukup mengganggu kestabilan secara nasional.

 

Tentunya, efeknya berimbas pada kehidupan masyarakat.

Dalam upaya menangkal bahaya laten radikalisme tersebut, Rohis sebagai salah satu organisasi di kalangan pelajar menjadi salah satu benteng untuk menangkalnya. Hal itu dibuktikan dengan deklarasi antiradikal.

 

Sebagai organisasi keagamaan, Rohis menanamkan kecintaaan kepada Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika, dan NKRI dalam menjalankan setiap programnya. Mereka mengajak anak muda untuk menjauhi narkoba, mencintai Indonesia, berkontribusi kepada bangsa, dan mencintai agama serta menjunjung tinggi toleransi. 

Apa yang dilakukan Rohis tidak bisa berjalan tanpa ada peran dan dukungan dari pihak terkait. Kontrol orang tua dan guru dalam mengawasi anak harus selalu hadir dalam menangkal intoleransi.

Para remaja zaman milenial sekarang harus banyak diajak berdiskusi terkait kebangsaan dan nasionalisme. Hal itu diharapkan akan menguatkan sikap patriotisme dalam jiwa kawula muda.

Negara pun harus hadir memberikan perhatian khusus agar paham radikal tidak marak dan menyebar di kalangan anak muda. Sebab, jika tidak hadir, negara ini akan tercabik-cabik.

Namun, apa yang sudah dideklarasikan jangan hanya teori saja, tapi harus dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari. Dengan demikian, penguatan sikap nasionalisme akan berjalan sesuai dengan yang diharapkan.

Jangan sampai nantinya kepentingan sekelompok golongan lebih dominan daripada kepentingan yang lebih besar. Sebab, kepentingan yang lebih besar harus dikedepankan demi kemaslahatan bersama. n

EDITOR

Tim Redaksi Lampung Post

loading...




Komentar


Berita Terkait