#Menaker#Hiburan#Bioskop

Menaker Ajak Masyarakat Kembali Nonton Bareng ke Bioskop

Menaker Ajak Masyarakat Kembali Nonton Bareng ke Bioskop
Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah. Foto : Medcom.


Jakarta (Lampost.co) -- Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah mengajak masyarakat kembali nonton di bioskop sebagai bentuk dukungan terhadap industri perfilman nasional yang mengalami penurunan jumlah penonton yang cukup signifikan akibat pandemi covid-19.

Ida mengatakan kegiatan nonton bersama dilakukan sebagai bagian dari menggiatkan kembali kampanye menonton aman di bioskop dengan penerapan protokol kesehatan (prokes).

"Kami pastikan ke teman-teman bahwa pemerintah hadir untuk memulai gerakan #KembaliKeBioskop dan memastikan bahwa bioskop itu aman, nyaman dengan penerapan protokol kesehatan," ujar Ida seperti dilansir dari laman resmi Kemeaker, Minggu, 30 Mei 2021.

Politikus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini mengatakan dengan dibukanya kembali bioskop di seluruh Tanah Air, setelah sempat terhenti akibat pandemi menjadi momentum agar industri perfilman nasional dan para sineas film nasional untuk kembali bangkit.

"Sudah waktunya insan film bangkit kembali dari keterpurukan akibat pandemi. Baik melibatkan seluruh artis, kemudian kru dan juga pihak pengelola gedung bioskop. Itu yang penting untuk sekarang ini," tutur dia.

Ida mengatakan pemerintah cukup optimistis upaya pemulihan pada sektor industri ini dapat segera dilakukan dengan penerapan protokol kesehatan.

"Akselerasi upaya untuk pemulihan industri perfilman akibat pandemi covid-19 harus segera dilakukan agar industri perfilman dapat kembali bangkit dan terus melesat, sehingga dapat memberikan kontribusi bagi penyerapan pengangguran," ujar Ida.

Untuk membantu mengembangkan kompetensi pekerja di sektor perfilman, Ida mengatakan siap mendukung melalui Balai Latihan Kerja (BLK) dan BLK Komunitas. Saat ini Kemnaker telah memiliki pelatihan bidang perfilman di BLK Padang.

"Kita tawarkan juga kerja sama dengan para insan film Indonesia untuk membangun BLK Komunitas di berbagai daerah yang membutuhkan," ucap dia.

Ia menambahkan, pihaknya pun telah meluncurkan 14 daftar standar kompetensi kerja bidang perfilman yang bertujuan untuk menjadi tolok ukur penyiapan SDM berdaya saing, dan meningkatkan mutu perfilman Indonesia.

Ke-14 SKKNI bidang film tersebut yakni kategori kesenian, hiburan dan rekreasi golongan pokok kegiatan hiburan, kesenian dan kreativitas bidang tata kamera film, tata suara film, pengeditan film, tata artistik film, penulisan skenario, pemeran film, manajemen produksi film, film dokumenter, casting film, penata laga, tata cahaya film, grip, penyutradaraan film dan efek visual.

EDITOR

Abdul Gafur

loading...




Komentar


Berita Terkait