#ioh

Memancing Cuan dengan Internet Andal

Memancing Cuan dengan Internet Andal
Kiki, pelaku UMKM di Bandar Lampung, melihat unggahan produknya yang dijajakan dalam media sosial, Jumat, 9 Desember 2022. Dia mengandalkan jaringan internet dari Tri untuk memasarkan barang dagangannya. Lampost.co/Effran Kurniawan


Bandar Lampung (Lampost.co) -- BUNGKUSAN kerupuk menyesaki salah satu ruangan di rumah Kiki. Tumpukan ratusan makanan berbahan dasar tempe itu barang dagangan yang hendak dijajakannya. Bermodal ponsel pintar dalam genggaman, wanita 26 tahun tersebut memotret satu per satu beragam jenis produknya. Foto yang dihasilkan langsung dibagikan secara luas melalui situs jual beli sebagai sarana pemasaran.

Penjualan di dunia maya menjadi bagian vital yang diperlukan untuk kemajuan bisnis, khususnya usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di era digital. Proses itu dirasakan ibu satu anak itu lebih mudah. Puluhan foto produk diunggah setiap hari dengan mengandalkan internet yang memiliki kecepatan unggah 5,4 Mbps dalam jaringan 4G LTE milik Tri (3). Kecepatan itu di atas rata-rata nasional sekitar 5 Mbps.

“Saya pakai nomor Tri sudah belasan tahun,” kata Kiki, Sabtu, 10 Desember 2022.

Provider dari Indosat Ooredoo Hutchison (IOH) tersebut digunakannya sejak awal duduk di bangku SMA. Dulu layanan yang dinikmati hanya sebatas untuk mengirim short message service. Seiring perkembangan zaman pemakaian kartu itu makin bertambah, yaitu sebagai penyambung ke dunia maya. Sebab, di zaman digitalisasi dewasa ini, setiap masyarakat tidak bisa terlepas dari jaringan internet untuk berkomunikasi.

Terlebih, dia yang tengah mengembangkan bisnis online membuat koneksi internet menjadi kebutuhan dasar. Untuk memenuhinya, paket data Happy 42 Gb 30 hari dari Tri menjadi pilihan dalam meraup pundi-pundi cuan. Kuota seharga Rp85 ribu itu lebih dari cukup untuk memenuhi kebutuhan harian.

Paket 42 Gb untuk semua jaringan selama 24 jam digunakannya mulai dari untuk berkomunikasi, promosi dagangan, hingga menikmati hiburan di media sosial, seperti Instagram dan YouTube. Bahkan, terdapat bonus kuota 5 Gb berlaku lima hari yang bisa dipakai khusus untuk bermain TikTok sehingga tidak mengganggu paket utama.

“Kuota itu ikut andil membantu mendapatkan lebih banyak untung karena provider lain dengan harga Rp85 ribu belum bisa dapat kuota sebanyak itu ditambah jaringan internet yang stabil,” ujarnya.

Kecepatan dan harga terjangkau paket data menjadi sarana pendukung pula bagi pro player game online. Hal itu dirasakan Taufik (24) untuk keseharian yang banyak bermain gim di ponsel. Pemuda itu mempercayakan jaringan 4G LTE IM3 untuk main, kompetisi, hingga streaming di Facebook. Sebab, kecepatan jaringan IM3 untuk bermain gim termasuk yang terbaik, yaitu 60,3 poin (dari skala 100). Sementara provider tercepat untuk bermain gim hingga kini masih dipegang Tri yang menyentuh 67 poin.

Semuanya dilakukan dengan hanya memasang paket Freedom Combo 40 Gb per 30 hari. Kuota seharga Rp108 ribu itu dirasanya lebih hemat karena mendapatkan 30 Gb kuota utama dan 10 Gb kuota malam. Selain itu, dia juga bisa puas menelepon ke sesama nomor IM3 dan Tri. Sementara biaya yang dikeluarkan untuk membeli paket tersebut bisa balik modal hanya dengan melakukan siaran langsung game mobile di Facebook dalam beberapa malam.

“Main game online menjadi media untuk menambah penghasilan, alih-alih hanya membuang waktu dan uang,” ujar Taufik.

100 juta pelanggan IOH. Perayaan pencapaian 100 juta pelanggan seluler di kantor pusat Indosat Ooredoo Hutchison (IOH), Jumat, 9 Desember 2022. Dok IOH

 

Efek Integrasi Jaringan

SVP Head Corporate Communications IOH, Steve Saerang, mengatakan jaringan Tri dan Indosat kini lebih stabil dan andal. Kondisi itu lebih terasa setelah merger Indosat Ooredoo dan Hutchison Tri Indonesia yang bertransformasi menjadi IOH pada 4 Januari 2022. Komitmen penggabungan dua perusahaan itu salah satunya membentuk integrasi jaringan.

Penyatuan jaringan menggunakan teknologi multioperator core network (MOCN) dilakukan terhadap 43 ribu pemancar jaringan (sites) se-Indonesia yang sebagian besar diselesaikan pada akhir 2022. Proses tersebut kini mencapai lebih dari 50 persen yang secara keseluruhan penyelesaiannya ditargetkan pada April 2023.

Penyatuan itu berdampak pada meluasnya jaringan, peningkatan layanan di dalam ruangan, serta penambahan kapasitas dengan pemanfaatan kerapatan sites dan lebar pita dari jaringan sebelumnya.

"Pelanggan di dalam rumah akan merasakan kualitas jaringan IOH karena latensinya lebih stabil dan cepat," ujar Steve, pada Jumat, 9 Desember 2022.

Kualitas jaringan yang terus membaik itu memicu lonjakan pelanggan seluler hingga 6 juta. Jumlah itu menjadi penambahan paling tinggi dalam sejarah. Bahkan, pada hari ke-340 pascamerger IOH bisa mencapai 100 juta pelanggan IM3 dan Tri.

President Director and CEO IOH, Vikram Sinha, menjelaskan penggabungan usaha menyulap IOH menjadi operator telekomunikasi terbesar kedua di Indonesia. Jumlah pelanggan yang makin banyak juga memicu kepuasan pelanggan sebagai prioritas untuk menjadi merek digital paling simple dan digital partner untuk penduduk Indonesia.

“Capaian ini baru permulaan," kata Vikram.

Untuk itu, IOH terus menghubungkan 100 juta pelanggan dan memulai perjalanan dalam memberdayakan Indonesia. Atas pencapaian tersebut, pelanggan ikut merayakannya dengan menikmati promosi spesial paket data 100 Gb seharga Rp100 ribu.

Pengguna IM3 dan Tri bisa mendapatkan kuota tersebut hingga 18 Desember melalui aplikasi myIM3 dan bima+. Bisa pula lewat *123# dari nomor IM3 dan *123*4# dari nomor Tri, maupun di mitra penjualan IOH dengan masa aktif 15 hari.

Perluasan 5G

Proses integrasi jaringan Indosat dan Tri itu diproyeksikan bermuara pada meluasnya layanan 5G pada 2023. Sebab, IOH telah mematikan semua jaringan 3G di Indonesia. Otomatis saat ini menyisakan jaringan 4G LTE dan 5G. 

Khusus pada teknologi 5G, perusahaan telekomunikasi tersebut bakal terus mengembangkannya dengan melihat permintaan dan perangkat pengguna. Sejauh ini layanan 5G IOH hadir di Solo, Jakarta, Surabaya, Balikpapan, Makassar, Tangerang, Bogor, Bekasi, Bali, Karawang, dan Lampung.

Chief Regulator Officer IOH, Danny Buldansyah, mengatakan percepatan layanan 5G tidak perlu menunggu hingga akhir tahun depan. Sebab, begitu integrasi selesai April 2023 fasilitas 5G dari IOH dapat langsung meluas lebih cepat. “Kami bisa eksekusi lebih maksimal," kata Danny.

Apalagi, Kementerian Komunikasi dan Informatika berencana melepas tiga frekuensi 5G, yaitu 700 MHz, 26 GHz, dan 3,5 GHz pada kuartal pertama 2023. IOH pun tertarik untuk ikut lelang frekuensi tersebut demi menambah daya gedor layanan 5G di masa mendatang. “Lelang itu penting buat kami," katanya.

EDITOR

Effran Kurniawan


loading...



Komentar


Berita Terkait