Gusdurkaromani

Melihat Pelengseran Gus Dur dengan Analisis Kritis

Melihat Pelengseran Gus Dur dengan Analisis Kritis
Bedah buku Pelengseran Gus Dur dan Keberpihakan Media Massa, Rabu, 30 Desember 2020. Lampost.co/Umar Robbani


Bandar Lampung (lampost.co) -- Universitas Lampung menggelar bedah buku Pelengseran Gus Dur dan Keberpihakan Media Massa, Rabu, 30 Desember 2020. Buku tersebut memberikan perspektif lain dalam melihat peristiwa pelengseran Gus Dur dari bangku presiden.

Penulis buku, Prof Karomani, mengatakan buku itu merupakan bagian dari tesis doktoralnya di Universitas Padjadjaran. Buku tersebut ditulis menggunakan analisis kritis dengan metode pendik.

Metode itu membedakan peristiwa sejarah dengan menganalisis teks di sejumlah media massa. Penelitian juga dilakukan terhadap reporter sebagai penulis dan kondisi sosial politik yang terjadi.

"Metode ini digunakan karena setiap teks yang ditulis pasti dipengaruhi penulis dan konteks kondisi sosial yang terjadi," kata Rektor Unila itu.

Agenda itu dibuka langsung Ketua PBNU KH Said Aqil Siradj secara virtual. Dalam kesempatan itu, ia mengatakan buku tersebut menjadi catatan dalam mengingat peristiwa sejarah bangsa.

Dalam presidensial, Presiden hanya bisa dilengserkan jika melakukan pelanggaran mendasar yang tidak sesuai dengan dasar negara. Pelengseran Gus Dur adalah catatan buruk dalam sejarah bangsa Indonesia. "Gus Dur dilengserkan dengan tuduh-tuduhan yang tidak terbukti hingga saat ini," pungkasnya.

Agenda yang digelar tersebut menghadirkan Yenny Wahid sebagai pembahas. Selain itu, Unila juga menghadirkan KH As'ad Ali, Prof Dedi Mulyana, dan Prof Mahfud MD.

EDITOR

Effran Kurniawan

loading...




Komentar


Berita Terkait