koronacovid-19isolasi

Melihat Aktivitas Pasien Covid-19 di Ruang Isolasi RSD Wisma Atlet

Melihat Aktivitas Pasien Covid-19 di Ruang Isolasi RSD Wisma Atlet
Sejumlah pasien covid-19 melakukan aktivitas berolahraga setiap pagi di Rumah Sakit Darurat Wisma Atlet, Jakarta. Dokumentasi salah seorang pasien covid-19, A.


Jakarta (Lampost.co) -- Angka kasus positif covid-19 di Jakarta masih tinggi. Rumah Sakit Darurat (RSD) Wisma Atlet, Jakarta, terus kedatangan pasien covid-19 bergejala ringan dan tanpa gejala.

 

A, 31, merupakan salah seorang warga menjalani isolasi mandiri di RSD Wisma Atlet. Dia mengetahui positif covid-19 pada Sabtu, 28 November 2020.

Dia kemudian mencoba mendaftar untuk menjalani isolasi mandiri di RSD Wisma Atlet pada Minggu, 29 November 2020. Setelah mendapatkan kode bar, A langsung mendatangi tower 8 RSD Wisma Atlet untuk registrasi pada Senin, 30 November 2020. Prosesnya berlangsung tanpa antre.

"Begitu masuk ke dalam, tas disemprot (disinfektan), semua yang masuk disemprot. Kemudian, mengurus administrasi," kata A saat dihubungi Medcom.id, Sabtu, 5 November 2020.

Pihak RSD Wisma Atlet memeriksa dokumen administrasi, seperti surat rujukan dari rumah sakit atau puskesmas, dan bukti positif covid-19. Setelah itu, dia baru diperiksa dokter yang berada di sebelah meja registrasi untuk melihat tekanan darah dan kadar oksigen.

"Dikasih vitamin C dan obat untuk meningkatkan imun. Kalau ada gejala lain, baru kita konsultasi," ucap A.

Lalu, A naik ke ruangan isolasi. Terdapat dua kamar dan satu ruang tamu di ruangan tersebut. Kebetulan ruang itu sudah terisi satu pasien.

"Ruangannya seperti apartemen. Bisa mencuci baju dan dijemur di balkot," terang dia.
 
Cerita Pasien Covid-19 Menjalani Isolasi di RSD Wisma Atlet

Berolahraga dan Makan Teratur

Namun, tak banyak aktivitas yang bisa dilakukan selama menjalani isolasi. Para pasien keluar ruangan hanya untuk berolahraga di salah satu lantai parkir pada pagi hari. Pasien diberi waktu untuk senam bersama atau olahraga sendiri setiap pukul 06.00 WIB-08.00 WIB.

"Saya biasanya olahraga sendiri, seperti push up, sit up, mount climbing. Sekitar 30 menit," tambah dia.

Setelah itu, pasien covid-19 harus kembali ke ruangan masing-masing. Tak boleh keluyuran.

"Baru keluar lagi pukul 12.00 untuk ambil makan siang," kata dia.

Pihak RSD Wisma Atlet menyediakan makan berat sebanyak tiga kali sehari. Para pasien mengambilnya di dekat lift. Pengambilan makanan dilakukan setelah adanya pengumuman yang bisa didengar dari dalam ruangan.

Makan siang terdiri atas satu kotak makan berat dan satu botol minum berukuran 600 mililiter. Kemudian, ada cemilan berupa susu atau jus dan kue pada pagi hari.

A merasa senang dengan fasilitas yang diberikan RSD Wisma Atlet. Anggapan isolasi di RSD Wisma Atlet mencekam tidak terbukti. Segala kebutuhan justru terpenuhi dengan baik.

Selama menjalani isolasi mandiri, dia juga menghabiskan waktu bermain internet, seperti game online dan menonton YouTube. Dia juga memperbanyak waktu tidur serta bercengkerama dengan kerabat dan teman melalui daring.

"Untuk isolasi, di sini fun, enak, enggak stres. Benar-benar bisa meningkatkan imunitas tubuh," ujar A.
 
Cerita Pasien Covid-19 Menjalani Isolasi di RSD Wisma Atlet

Kehilangan Indra Penciuman

A tidak mendapatkan pemeriksaan rutin karena bergejala ringan. Pasien yang mengalami gejala tertentu bisa konsultasi ke dokter yang berada di lantai 1. A pernah sekali merasakan gejala hidung tersumbat pada hari kedua isolasi.

"Dikasih obat lagi, katanya karena alergi debu," ungkap dia.

A menuturkan pasien di RSD Wisma Atlet kebanyakan mengalami gejala kehilangan indra penciuman. Termasuk, A dan teman satu kamarnya. Saat ini, tingkat penciumannya sudah membaik, namun belum maksimal.

EDITOR

Winarko

loading...




Komentar


Berita Terkait