#encurian#curanmor

Melawan saat Digerebek, Pelaku Ranmor Ditembak Polisi

Melawan saat Digerebek, Pelaku Ranmor Ditembak Polisi
dok Polres Way Kanan


Way Kanan (Lampost.co)-- Tim Tekab 308, Polres Way Kanan, Polda Lampung menangkap pelaku dugaan pencurian di  Dusun Kangkung Baru, Kampung Way Tuba, Kecamatan Way Tuba, Kabupaten Way Kanan.

Kapolres Way Kanan AKBP Teddy Rachesna, melalui Kasat Reskrim AKP Andre Try Putra, Jumat 22 Juli 2022, menjelaskan pencurian terjadi pada Senin 18 Juli 2022, pukul 02.30, pada saat korban Sugiyanto pulang ke rumah setelah melaksanakan ronda malam.

Saat itu, Sugiyanto melihat pintu rumah bagian samping sudah terbuka. Sugi bergegas masuk ke rumah. Dua unit sepeda motor yang ditaruh di dapur rumah sudah raib.

Baca Juga : Maling Motor di Way Kanan Dibekuk di Warung Makan

AKP Andre menuturkan modus pelaku diduga masuk ke dalam rumah dengan cara memanjat lalu masuk melalui rongga atau lobang antara atap dan dinding kamar mandi rumah korban.

Atas kejadian tersebut korban mengalami kerugian 2 unit sepeda motor. Pelaku juga mencuri ponsel dan mesin gerinda milik korban.

Kasat Reskrim melanjutkan, penangkapan dilakukan pada Selasa, 19 Juli 2022 pukul 01.00. Tekab 308 Polsek Way Tuba di-back up Tekab 308 Satreskrim Polres Way Kanan melakukan penangkapan terhadap tersangka saat berada di Kampung Bumi Agung, Kecamatan Bumi Agung, Kabupaten Way Kanan.

Namun saat akan dilakukan penangkapan, tersangka mencoba melakukan perlawanan. Sehingga untuk menghindari hal yang tidak diinginkan, petugas secara tegas melakukan tindakan terukur kepada tersangka JW, yang mengakibatkan luka tembak pada kaki betis bagian kiri.

"Tersangka inisial JW 23 berdomisili di Kampung Bumi Harjo, Kecamatan Buay Bahuga, Kabupaten Way Kanan diberikan tindakan tegas dan terukur dikarenakan melawan petugas," tegasnya.

Setelah itu, tersangka langsung dilarikan ke rumah sakit terdekat dan setelah mendapatkan pertolongan pertama JW dibawa ke Polsek Way Tuba untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Polisi mengamankan gagang kunci letter T, STNK dan sepeda motor milik korban.

Kasat Reskrim menuturkan jika terbukti bersalah, tersangka dapat dikenai pasal 363 KUHP dengan hukuman pidana penjara maksimal tujuh tahun.

EDITOR

Dian Wahyu K


loading...



Komentar


Berita Terkait