#jurnalistik

Media Massa Didorong Tidak Bergantung Platform Digital

Media Massa Didorong Tidak Bergantung Platform Digital
Pakar komunikasi digital, Agus Sudibyo, saat konferensi pers Uji Kompetensi Wartawan (UKW) Media Indonesia, di Lobby 3 Media Indonesia, Kamis, 22 Desember 2022. Lampost.co/Andre


Jakarta (lampost.co) -- Pakar komunikasi digital, Agus Sudibyo, mengatakan media massa berpedoman pada kaidah jurnalistik dan tidak boleh bergantung pada platform digital, seperti Google, Facebook, dan sebagainya. 

Agus menganalogikan platform digital sebagai teman sekaligus lawan di satu waktu. Sebab, di satu sisi memberi manfaat dan satu sisi memberi tantangan. 

"Mereka friend and enemy in the same time, teman sekaligus lawan. Google dan Facebook bisa jadi teman saat membantu menghasilkan cara baru memproduksi berita, mendistribusikan berita, membangun interaksi dengan khalayak dan berkolaborasi dengan mereka," kata Agus, saat konferensi pers Uji Kompetensi Wartawan (UKW) Media Indonesia, di Lobby 3 Media Indonesia, Kamis, 22 Desember 2022. 

Namun, di sisi lain platform digital juga lawan sebagai kompetitor inventori iklan terbesar di Indonesia dan dunia. Lalu kompetitor memperebutkan khalayak atau pembaca. "Bisnis Google itu traffic dan leverage. Sulitnya itu mau berkolaborasi dengan mereka tapi kompetitor," jelasnya. 

Untuk itu, ia meminta kepada jurnalis dan media massa tidak boleh bergantung pada platform digital. 

"Kalau tergantung seakan kita following our enemy, tidak boleh bergantung pada distribusi konten dalam hal periklanan dan tidak boleh tergantung pada sistem algoritma yang diterapkan," ujarnya. 

Dia menyarankan agar tidak tergantung pada platform digital, media massa perlu membuat konten yang baik dan berkualitas dibanding yang bertebar di platform digital. 

"Intinya secara jurnalistik dan bisnis, media perlu membangun kemandirian terhadap platform global," pungkasnya. 

EDITOR

Effran Kurniawan


loading...



Komentar


Berita Terkait