#israel#palestina

Media Indonesia Berperan Penting dalam Konflik Israel-Palestina

Media Indonesia Berperan Penting dalam Konflik Israel-Palestina
Dewan Redaksi Media Group Abdul Kohar. Dok. Medcom.id


Jakarta (Lampost.co) -- Media-media di Indonesia dinilai punya peran penting dalam menyikapi konflik Israel-Palestina. Media bisa mengambil 'jalan tengah' dalam hal pemberitaan ke publik.

 

"Bagaimana kita memberikan literasi dalam konteks Israel-Palestina. Ini bisa dibesarkan sebagai literasi dalam bentuk apapun," kata Dewan Redaksi Media Group Abdul Kohar dalam 'Workshop Jurnalistik Literasi Media Muslim Milenial' yang diselenggarakan Badan Koordinasi Nasional Lembaga Pers Mahasiswa Indonesia (LAPMI) PB HMI yang bekerja sama dengan Youth on Organization of Islamic Cooperation (OIC Youth Indoensia) secara virtual, Jumat, 2 Juli 2021.

Perlu narasi memaparkan korban dan penderitaan yang tak berkesudahan di Palestina. Berikutnya, menarasikan sejarah hubungan Palestina dengan Indonesia.

Narasi dimulai dari bagaimana Indonesia mendapat pengakuan kemerdekaan dari Palestina. Hingga, momentum yang menguatkan hubungan Indonesia dengan Palestina.

"Intinya ini adalah sejarah panjang dan ini harus dipaparkan di kalangan kaum milenial. Supaya tidak terjadi hal-hal yang bersifat mengingkari sejarah," ujar Kohar.

Dia mendorong pembeberan data terkait konflik Israel-Palestina. Yakni terkait data gencatan senjata yang terjadi hingga berapa banyak Israel menyulut perang.

"Jadi kenapa setiap gencatan senjata selalu Israel memulainya dengan melanggar, pelanggaran kecil-kecilan, untuk memprovokasi. Kemudian Hamas membalas dengan roket dan perang terjadi lagi," ujar Kohar.

Pers, kata Kohar, mesti dalam jalur harus memercayakan pada jalur diplomasi yang telah, sedang, dan tengah dilakukan Kementerian Luar Negeri. Menurut dia, kapasitas Indonesia sudah di jalur benar.

Indonesia dalam forum internasional selalu menggaungkan bahwa tak menerima penjajahan Israel. "Menteri Luar Negeri Retno Marsudi berkali-kali dalam forum internasional sangat jelas, clear, posisinya dalam mengambil sikap tidak pernah abu-abu, tolak penjajahan Israel," ucap Kohar.

Direktur Utama Lampung Post ini juga mendorong tak perlu memancing di air keruh. Kohar mencotohkan sebuah unggahan di media sosial yang membandingkan menampilkan akibat konflik Israel-Palestina yang menampilkan korban dari kedua negara.

Menurut Kohar, perbandingan itu tidak seimbang. Karena satu negara sebagai penjajah dan lainnya adalah negara yang terjajah.

"Bahwa perang itu menyisakan kepedihan korban itu jelas. Tapi itu tidak selalu apple to apple," kata Kohar.

Kohar mengatakan Media Group pun sejatinya menolak segala bentuk penjajahan yang dilakukan oleh Israel. Langkah itu serupa dilakukan dengan media-media di Indonesia yang mayoritas pro terhadap Palestina. Semua itu pun perlu jadi stimulus dalam menyampaikan pemberitaan.

"Data, fakta, dan sejarah harus clear biar semua terbuka bahwa ini yang terjadi, ini yang dilakukan kalau perang mau berhenti dan tatanan dunia bisa dikelola. Tidak perlu memancing di air keruh," ujar Kohar.

EDITOR

Winarko

loading...




Komentar


Berita Terkait