#hariburuh#mayday

May Day, 50 Ribu Buruh Berencana Turun ke Jalan

May Day, 50 Ribu Buruh Berencana Turun ke Jalan
Aksi buruh. Dok


Jakarta (Lampost.co) -- Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) berencana melakukan aksi turun ke jalan pada peringatan Hari Buruh Internasional (May Day), pada 1 Mei 2021. Dalam aksi tersebut, 50 ribu buruh menyuarakan agar upah minimum kabupaten/kota (UMK) diberlakukan tanpa syarat dan upah minimum sektoral kabupaten/kota (UMSK) tidak dihilangkan.

Selain itu, kaum buruh juga akan menyinggung soal kenaikan upah minimum harus berdasarkan inflasi plus pertumbuhan ekonomi, dan setiap lima tahun sekali kebutuhan hidup layak (KHL) ditinjau ulang.

"Upah minimum di Indonesia paling tinggi di ASEAN adalah tidak benar, karena UMK di Indonesia diatur secara regional, setiap kota/kabupaten beda UMK-nya. Terbesar (Jabodetabek) di kisaran Rp4,2 juta per bulan. Tapi ada terkecil seperti di Pangandaran, Ciamis, Kuningan, dan sebagainya yang UMK-nya berkisar Rp1,8 juta per bulan," jelas Presiden KSPI Said Iqbal, dalam keterangan tertulis, Jumat, 30 April 2021.

Dia menjelaskan, apabila seluruh upah diratakan, UMK di Indonesia justru hanya berkisar Rp2,2 juta per bulan. Angka itu, lebih rendah dari Thailand, Vietnam, dan Malaysia. Selain itu, para buruh juga akan menyoroti terkait soal pesangon.

Dalam aksi tersebut, direncanakan diikuti sekitar 50 ribu buruh yang tersebar dari 3.000 perusahaan atau pabrik, 200 kabupaten/kota, dan 24 provinsi.

"Aksi buruh yang dilakukan di berbagai daerah wajib mengikuti protokol kesehatan untuk mencegah penyebaran covid-19, seperti melakukan rapid antigen, menggunakan masker, hand sanitizer, hingga menjaga jarak," pungkasnya.

EDITOR

Effran Kurniawan

loading...




Komentar


Berita Terkait