#beritalampung#beritalampungterkini#pembangunanmasjid#masjid

Masyarakat untuk Menjaga dan Memelihara Masjid dengan Gotong Royong

Masyarakat untuk Menjaga dan Memelihara Masjid dengan Gotong Royong
Bupati Lambar Parosil Mabsus memukul beduk saat meresmikan bangunan Masjid At Taqwa di Pekon Sidomulio Kecamatan Pagardewa, Lampung Barat, Rabu, 5 Oktober 2022. Dok


Liwa (Lampost.o) -- Di tengah keterbatasan anggaran, Pemerintah Kabupaten Lampung Barat hingga kini sudah membangun tujuh masjid di berbagai wilayah. Masyarakat untuk bergotong royong untuk menjaga dan memeliharanya.

Bupati Lampung Barat Parosil Mabsus mengungkapkan hal itu saat meresmikan Masjid At-Taqwa di Pekon Sidomulio, Kecamatan Pagardewa, Lampung Barat, Rabu, 5 Oktober 2022. Peresmian dilaksanakan bersamaan dengan peringatan Maulid Nabi Muhammad saw dan pemberian santunan kepada 34 anak yatim piatu. Selain itu, pemberian insentif bagi 123 guru mengaji dari Kecamatan Pagardewa dan Batuktulis.

Baca juga: 2 Desa di Krui Terendam Banjir 

Parosil mengaku bangga dan bersyukur karena pembangunan Masjid At-Taqwa di Pekon Sidomulyo ini dapat diselesaikan dengan baik dan proses pelaksanaannya juga berjalan dengan lancar.

"Meskipun beberapa tahun ini Pemkab Lambar mengalami keterbatasan anggaran untuk melakukan berbagai pembangunan karena terdampak badai Covid-19, pelaksanaan pembangunan masjid ini telah dapat dilaksanakan dengan baik sehingga saat ini telah dapat diresmikan," katanya.

Dia menambahkan Masjid At-Taqwa Pekon Sidomulio ini merupakan masjid ketujuh kalinya pada masa kepemimpinan yang pelaksanaannya melalui anggaran Pemkab.  Dengan selesai dan diresmikannya bangunan ini, dia berharap keberadaannya menjadi sangat berarti bagi masyarakat untuk meningkatkan keimanan.

Bupati berpesan agar masyarakat di Pekon Sidomulyo ini dapat menjaga dan merawat serta memanfaatkan Masjid At-Taqwa ini dengan maksimal. Salah satunya dengan merawat secara bergotong royong agar bisa digunakan dalam jangka panjang.

“Membangun itu lebih mudah ketimbang menjaga dan merawatnya. Karena itu masyarakat di pekon ini untuk dapat merawatnya secara gotong royong dan memanfaatkanya dengan sepenuh hati sebagai salah satu sarana ibadah,” katanya.

Parosil menambahkan keberadaan masjid ini juga tidak hanya sebagai sarana beribadah saja akan tetapi bisa juga untuk kegiatan lainnya yang bersifat musyawarah maupun untuk kemaslahatan umat.

EDITOR

Muharram Candra Lugina


loading...



Komentar


Berita Terkait