#Covid-19#BERITANASIONAL

Masyarakat Perlu Dapat Edukasi untuk Antisipasi Penyebaran Virus Baru

Masyarakat Perlu Dapat Edukasi untuk Antisipasi Penyebaran Virus Baru
Dok Lampost.co


Jakarta (Lampost.co) -- Masyarakat perlu mendapatkan pemutakhiran informasi dan edukasi tentang perkembangan virus Covid-19 untuk mengantisipasi penyebaran varian baru virus korona di tanah air.

"Setelah varian virus B117, sekarang dikabarkan lagi muncul varian baru virus korona berkode N439K juga ditemukan di Inggris. Masyarakat perlu mendapatkan informasi dan edukasi terkait varian baru virus tersebut, agar penanggulangan penyebarannya bisa lebih menyeluruh," kata Wakil Ketua MPR RI, Lestari Moerdijat melalui keterangan tertulis, Jumat, 12 Maret 2021.

Ketua Umum Ikatan Dokter Indonesia ( IDI) Daeng M Faqih dalam keterangan tertulis, Rabu, 10 Maret 2021, meminta masyarakat mewaspadai mutasi virus korona yang ditemukan di Inggris, yaitu N439K. Ia mengatakan, varian N439K sudah ditemukan di 30 negara dan lebih 'pintar' dari virus korona yang ada sebelumnya. 

Sebab mutasi N439K ini tidak dikenali oleh polyclonal antibody yang terbentuk dari imunitas orang yang pernah terinfeksi. Catatan IDI di Indonesia, Lembaga Biologi Molekuler (LBM) Eujkman telah menemukan 48 kasus mutasi N439K dari pemeriksaan 547 sampel disequens dan dikirimkan ke bank data Global Initative on Sharing All Inflenza Data (GISAID).

Menurut Rerie, sapaan akrabnya, informasi terkait varian baru virus korona dan cara mengatasinya penting untuk diketahui masyarakat. Apalagi, pada varian baru virus korona itu memiliki kekhususan yang patut diwaspadai oleh masyarakat.

Ia menyatakan perlu penjelasan secara terbuka dan terus-menerus mengenai perkembangan penularan virus korona, terutama mengenai mutasi virus tersebut, yang kini ditemukan di sejumlah negara. Anggota Majelis Tinggi Partai NasDem itu berpendapat, publik secara berkala perlu mendapatkan informasi resmi dan akurat tentang virus korona varian baru agar tidak mudah direcoki berbagai informasi liar yang berseliweran di media sosial.

Rerie menambahkan informasi yang tidak valid terkait varian baru virus korona, dapat mengganggu proses vaksinasi Covid-19 secara nasional. Sebab hingga kini tahapan penyelamatan kesehatan dan perekonomian nasional terus diupayakan.

EDITOR

MI

loading...




Komentar


Berita Terkait