#banjir#longsor#bencanaalam

Masyarakat Diingatkan Hindari Bermukim di Sekitar Sungai

( kata)
Masyarakat Diingatkan Hindari Bermukim di Sekitar Sungai
Foto udara kondisi Kota Masamba yang tertimbun lumpur akibat terjangan banjir bandang di Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan, Jumat, 17 Juli 2020. Antara/Abriawan Abhe


Jakarta (Lampost.co) -- Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (KESDM) mengimbau masyarakat tidak bermukim di sekitar aliran sungai karena hal itu memungkinkan terjadinya banjir.

“Tidak membangun rumah atau tempat berkumpul di sekitar aliran sungai atau daerah rawan longsor,” kata Kepala Bidang Mitigasi Gerakan Tanah, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana, Badan Geologi KESDM, Agus Budianto, dalam telekonferensi di Jakarta, Minggu, 19 Juli 2020.

Agus berkaca pada banjir di Luwu Utara, Sulawesi Selatan. Dia menilai salah satu penyebab banjir yakni pergerakan tanah yang rentan.

Menurut dia, masyarakat setempat perlu menanam vegetasi berakar dalam dan kuat. Hal itu guna menahan lereng pada bekas longsor dan erosi. “Jika ditemukan material longsor yang menghambat aliran sungai segera normalisasi aliran sungai," ujar dia.

Selain itu, katanya, masyarakat bisa menutup retakan pada tebing atas. Caranya dengan memanfaatkan tanah liat yang dipadatkan. “Masyarakat setempat diimbau selalu mengikuti arahan dari pemerintah daerah setempat,” ujarnya.

Banjir bandang menerjang Kecamatan Masamba, Sabbang, Baebunta, Baebunta Selatan, Malangke, dan Malangke Barat di Kabupaten Luwu Utara, pada Senin malam, 13 Juli 2020. Banjit berdampak terhadap 14.483 orang dengan 36 orang di antaranya meninggal.

EDITOR

Medcom

loading...




Komentar


Berita Terkait