#maxim#gojek#trasportasi

Tersebab Gedor Minta Maxim Ditutup

Tersebab Gedor Minta Maxim Ditutup
Foto dok google


BANDAR LAMPUNG (Lampost.co): Ratusan pengemudi ojek online yang tergabung dalam Gedor mengepung kantor Maxim, layanan transportasi daring baru di Lampung. Maxim berasal dari Rusia.

Koordinator Gedor, Miftahul Huda, mengatakan, keberadaan Maxim mengancam kerena mereka berani "membakar uang". Tarif Maxim sangat murah.

Menurut Miftahul, Maxim melanggar Peraturan Menteri Perhubungan (Permenhub) Nomor 12 Tahun 2019, tentang ojek online, bukan cuma soal tarif. Permenhub tersebut  menentapkan tarif batas bawah ojek online yang dibagi dalam 3 zona.

Provinsi Lampung masuk ke dalam zona 1 bersama Bali dan provinsi lain di Pulau Sumatera. Tarif untuk zona 1, yakni Rp1.850 per kilometer. "Tadi kami sambangi dan gembok (kantor Maxim)," kata Miftahul, Kamis, 29 Agustus 2019.

Gedor meminta kanto Maxim di Tanjungbaru, Bandar Lampung, ditutup sementara. Paling tidak sampai aplikasi mereka memiliki izin dan tanda daftar perusahaan.

Maxim Lampung juga diminta mematuhi Permenhub 12 tentang tarif batas Kendaraan roda dua, dan Permen 118 untuk tarif roda empat. Tarif murah sangat meresahkan mitra kendaraan online.

"Selama syarat-syarat itu belum dipenuhi, pihak kepolisian diwakili Kabag Ops Polresta, Lurah Tanjung Baru, lalu Kami dari Gedor Lampung bersepakat operasional Maxim ditutup," katanya.

Satu mitra Maxim yang enggan disebutkan namanya mengakui tarif Maxim lebih murah dari aplikasi lain. Dia juga paham Maxim belum berizin dan melanggar tarif batas seperti diatur Permenhub 12/2019.

"Saya daftar Maxim karena penyedia aplikasi lain belum menerima driver lagi. Sementara ya Maxim dulu," katanya.

EDITOR

Asrul Septian Malik

loading...




Komentar


Berita Terkait