#LAMPUNG#BERITALAMPUNGSELATAN

Masjid Tertua di Lamsel dan Makam Al Habib Ali Diminati Pengunjung Luar Daerah

Masjid Tertua di Lamsel dan Makam Al Habib Ali Diminati Pengunjung Luar Daerah
Warga berziarah di Makam Al Habib Ali Bin Alwi Al Idrus, di Masjid Jami Nurul Huda di Desa Ketapang, Kecamatan Ketapang Lampung Selatan yang merupakan masjid tertua di wilayah setempat, Kamis, 21 April 2022. (Lampost.co/MTVL/Rustam Efendi)


Kalianda (Lampost.co) -- Masjid tertua di Lampung Selatan menjadi tempat wisata religi yang diminati banyak warga. Tidak tanggung-tanggung, pengunjung yang datang selain dari Pulau Jawa juga datang dari Aceh. 

Para pengunjung mendatangi Masjid Jami Nurul Huda. Selain berwisata, pengunjung berziarah ke makam ulama penyebar agama Islam pertama di Lampung Selatan yakni Makam Al Habib Ali bin Alwi Al Idrus. 

Ulama Al Habib Ali Bin Alwi Al Idrus, merupakan keturunan dari Nabi yang ke-35 atau cicit Nabi Muhammad SAW. Makam Habib terbilang unik karena keberadaan makam tersebut berada di dalam Masjid Jami Nurul Huda berada di Desa Ketapang, Kecamatan Ketapang, Lampung Selatan. 

Habib Ali bin Alwi ini, merupakan tokoh agama Islam karena beliau seorang tokoh yang pertama kali masuk dan menyebarkan agama Islam di Lampung Selatan hingga memiliki banyak pengikut-pengikut yang menganut agama Islam. 

Ketua pengurus Makam Al Habib Ali bin Alwi Al Idrus yang juga merupakan juru kunci Haji Muhammad Yunus mengatakan, konon cerita turun-temurun. Habib tersebut meninggal saat Gunung Krakatau meletus pada 1883.

"Menurut cerita yang disampaikan nenek kami, Habib itu meninggal saat Gunung Anak Krakatau meletus. Terjadinya tsunami besar yang menenggelamkan sebagian daratan di Lampung Selatan. Saat itu Habib bersama santrinya masih tinggal di Desa Pegantungan, Kecamatan Bakauheni, dan mereka meninggal akibat gelombang laut tinggi. Kemudian, jasad Habib di makamkan di sana" katanya ditemui di lokasi, Kamis, 21 April 2022.

Menurut Haji Yunus, keluarga dari mendiang habib mendapat wangsit melalui mimpi. Dalam mimpi tersebut makam habib bersama kedua santrinya diminta untuk dipindahkan ke Masjid Jami Nurul Huda Ketapang yang sebelumnya merupakan pondok habib sebelum hijrah ke Bakauheni. 

"Ulama Al Habib Ali Bin Alwi Al Idrus, sebelumnya hijrah dari Kalimantan dan menyebarkan agama Islam di Palembang, kemudin hijrah ke wilayah Lampung yakni di Labuhanmaringgai, Lampung Timur. Kemudian, hijrah ke Lampung Selatan dan menyebarkan ajaran agama Islam di beberapa daerah seperti di Kecamatan Kalianda, Rajabasa, Penengahan, Ketapang, dan Bakauheni," ujar Yunus.

Ketua Pengurus Masjid Jami Nurul Huda, Rosit, mengungkapkan sebelum dibangun, masjid merupakan Suroh yang berdindingkan kayu papan dan beratapkan bambu. 

"Awalnya merupakan suroh tempat beliau (Habib) mengajarkan islam terhadap santri-santrinya. Sebelum kemerdekaan bangsa Indonesia, suroh di bangun menjadi masjid dengan swadaya warga setempat," katanya. 

Menurut Rosit, sejak Masjid Jami Nurul Huda dinyatakan sebagai wisata religi dan masjid tertua di Lampung Selatan. Banyak warga dari berbagai wilayah datang untuk berziarah. 

"Selain warga sekitar Lampung, pengunjung ziarah juga paling jauh berasal dari Aceh, Jawa Timur, Jawa Tengah, Jakarta. Biasanya paling ramai pengunjung pada Sabtu dan Minggu dan saat menyambut bulan ramadan, pengisi kegiatan di bulan puasa ini hanya melakukan kegiatan ibadah seperti tarawih dan tadarusan saja," ujar Rosit. 

 

EDITOR

Wandi Barboy

loading...




Komentar


Berita Terkait