#VIDEOVIRAL#POLDALAMPUNG#LAMPUNG

Marketing Obat Herbal Lapor Polda karena Video Viral yang Cemarkan Nama Baik

Marketing Obat Herbal Lapor Polda karena Video Viral yang Cemarkan Nama Baik
Pelapor Afrianto, Marketing Obat Herbal yang videonya viral di aplikasi tiktok dan youtube didampingi kuasa hukum Hanafi Sampurna melapor ke Polda Lampung, Kamis, 29 Juli 2021. Lampost.co/Asrul S Malik


 Bandar Lampung (Lampost.co) -- Marketing Direct Seling (penjualan langsung) obat herbal dan suplemen Aprianto (34), warga Bengkulu, melapor ke Subdit V Cybercrime Ditreskrimsus Polda Lampung, pada Kamis, 29 Juli 2021. Ia melapor karena diviralkan melalui video di media sosial oleh pemilik akun snack video id: mzwez871. Video yang beredar ditambahkan keterangan tulisan "Bocil2 kaya gini ngaku dinas kesehatan."

Kuasa Hukum Aprianto, Hanafi Sampurna, mengatakan, video tersebut diduga berisi pencemaran nama baik dan atau penghinaan terhadap kliennya. Laporan Aprianto diterima Polda Lampung dengan Surat Tanda Terima Laporan Polisi (STTLP) Nomor : STTLP/B/1072/VII/2021/SPKT/Polda Lampung.

“Dugaan pencemaran nama baik dan atau penghinaan berupa tulisan pada video tersebut ‘bocil2 kaya gini ngaku dinas kesehatan.’ Padahal, Aprianto dan juga dua kawan marketing lainnya tidak pernah mengaku dari dinas kesehatan,” ujar Hanafi Sampurna di kantor Subdit V Cybercrime Ditreskrimsus Polda Lampung, Kamis, 29 Juli 2021.

Baca juga : Viral Video Diduga Jual Hasil Swab di Lamsel, Ini Penjelasan Kapolres

Ia melanjutkan terdapat suara dari pemilik akun snack video id: mzwez871 di rekaman video tersebut yang tidak benar yaitu ‘tidak dilakukan pengecekan tapi bayar Rp30 ribu.

“Jadi, klien saya selain menawarkan suplemen herbal yang memiliki izin edar dari BPOM (Badan Pengawas Obat dan Makanan), juga menawarkan jasa pengecekan potensi penyakit kolesterol menggunakan alat seperti thermo gun. Dan sebelum dilakukan pengecekan sudah disampaikan ke ibu dari keluarga yang merekam video tersebut biayanya Rp30 ribu dan ibu tersebut sudah setuju,” katanya.


Hanafi juga mengimbau masyarakat untuk tidak lagi menyebarkan video kliennya tersebut. Pasalnya, video itu berisi pencemaran nama baik kepada kliennya. 

“Kami akan somasi kepada pemilik akun-akun media sosial yang memposting ulang video tersebut seperti akun tiktok cyber kick dan yang lainnya,” pungkas Hanafi yang merupakan mantan jurnalis tersebut. 

Baca juga : Wabup Lamteng Bantah Video Viral Abai Prokes

Diberitakan sebelumnya, kejadian yang direkam dan viral di media sosial tersebut terjadi di Desa Gunungsari, Kabupaten Pesawaran, Lampung. Perekaman itu diposting pertama kali oleh akun snack video id: mzwez871 dan ditonton setidaknya sebanyak 266 ribu penonton. Lalu video tersebut diposting kembali di tiktok dan youtube yang juga viral dan ditonton oleh ratusan ribu penonton.

EDITOR

Wandi Barboy

loading...




Komentar


Berita Terkait