#Korupsi#Lampungutara

Mantan Wagub Lampung Disebut Baru Kembalikan Dugaan Fee Proyek Rp500 Juta Akhir 2021

Mantan Wagub Lampung Disebut Baru Kembalikan Dugaan <i>Fee</i> Proyek Rp500 Juta Akhir 2021
Mantan Wagub Lampung Bachtiar Basri saat menghadiri persidangan di PN Tipikor Tanjungkarang, Senin, 24 Januari 2022. Lampost.co/Asrul Septian Malik


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Sidang korupsi gratifikasi penerimaan fee proyek di Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Utara (Lampura)  tahun anggaran 2015--2019 dengan terdakwa Akbar Tandaniria Mangkunegara kembali digelar di Pengadilan Negeri (PN) Tipikor Tanjungkarang.

Salah satu saksi yang dihadirkan pada sidang kali ini adalah Wakil Gubernur (Wagub) Lampung Periode 2014-2019, Bachtiar Basri. Ia menjadi saksi lantaran disebut mendapatkan proyek dari Bupati Lampura saat itu, Agung Ilmu Mangkunegara, sebagai balas jasa atas pemenangan di Pemilihan Bupati (Pilbup) Serentak 2016.

Dalam persidangan, Bachtiar membantah menerima proyek senilai Rp10 miliar tersebut. Ia justru menegaskan bahwa proyek tersebut diploting ke seorang pedagang bernama Aling. Bachtiar mengaku dirinya punya kedekatan emosional dengan Aling sehingga menjadikannya terkesan sebagai penerima proyek. 

"Itu dugaan saya saja, Aling mungkin dianggap paling dekat dengan saya," ujar Bachtiar, Senin, 24 Januari 2022.

Baca: Sejumlah Mobil Mantan Bupati Lampura Disebut Berasal dari Fee Proyek

 

Bachtiar uga mengaku tidak mengetahui apakah Aling menyerahkan fee dengan persentase tertentu. Namun, ia mengamini bahwa Aling telah membayar pembelian rumah milik anaknya senilai Rp500 juta.

"Bayarin rumah anak saya. Dan saat itu saya diminta KPK untuk mengembalikan. Total Rp500 juta dengan dua kali penyerahan," paparnya.

Sementara itu, Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK, Taufiq Ibnugroho memaparkan, pengembalian uang dari Bachtiar tahap pertama sebesar Rp300 juta dilakukan pada 10 November 2021, sementara tahap berikutnya pada 12 Desember 2021 senilai Rp200 juta.

"Terkait hal tersebut sudah menjadi fakta persidangan dan kami telaah," katanya. 

EDITOR

Sobih AW Adnan

loading...




Komentar


Berita Terkait