#korupsi#beritalampung

Mantan Sekretaris Pekon Kutawaringin Didakwa Manipulasi SPJ Dana Desa

Mantan Sekretaris Pekon Kutawaringin Didakwa Manipulasi SPJ Dana Desa
Sidang dakwaan korupsi mantan Sekretaris Pekon Kutawaringin, Senin, 1 Februari 2021. Lampost.co/Abu Umaraly


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Mantan Sekretaris Pekon (desa) Kutawaringin, Kecamatan Adiluwih, Pringsewu, Suwardi, menjalani sidang perdana atas dugaan korupsi Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) 2019, Senin 1 Februari 2021.

Jaksa Muhammad Ifan, menjelaskan terdakwa bersama mantan Kepala Pekon Kutawaringin, Bace Subarnas memotong dana kegiatan yang bersumber dari dana desa. Terdakwa memanipulasi data dengan meninggikan laporan pertanggungjawaban sehingga seluruh anggaran terserap 100 persen.

Aksi terdakwa berawal dari pertemuan dengan Bace pada 2019. Saat itu keduanya bersepakat memotong 20-30 persen anggaran. Terdakwa dijanjikan Bace mendapatkan uang sebesar Rp30 juta dan jabatannya sebagai Sekretaris Pekon Kutawaringin.

Sementara Dana Desa yang diterima Pekon Kutawaringin sebesar Rp893 juta. Dari nilai anggaran itu, pekon itu hanya merealisasikan pekerjaan senilai Rp484 juta. Akibat persekongkolan itu, negara mengalami kerugian sebesar Rp389 juta. Hal itu berdasarkan hasil audit perhitungan kerugian negara Nomor: 700/394/U.14/2020 tanggal 16 Juli 2020.

"Terdakwa membuat nota fiktif, cap stempel palsu dan pemalsuan tanda tangan dalam pembuatan SPJ realisasi dana desa," katanya.

Atas perbuatan itu, terdakwa diancam pidana pada Pasal 9 Undang-undang Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 1999 tentang Tipikor sebagaimana dirubah dan ditambah dalam UU Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2001 tentang perubahan atas UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Tipikor.

EDITOR

Effran Kurniawan

loading...




Komentar


Berita Terkait