#korupsi#beritalampung

Mantan Kepala Kampung Pakai Hasil Korupsi untuk Judi

Mantan Kepala Kampung Pakai Hasil Korupsi untuk Judi
Jaksa menghadirkan 8 saksi dalam sidang tipikor atas terdakwa Mantan Kepala Kampung Sidomukti, Kecamatan Gedungaji Baru, Tulangbawang, Boman (54). Lampost.co/Abu Umaraly


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Sidang dugaan tindak pidana korupsi terhadap terdakwa Mantan Kepala Kampung Sidomukti, Kecamatan Gedungaji Baru, Tulangbawang, Boman (54) digelar dengan agenda keterangan saksi di Pengadilan Tipikor Senin 1 Maret 2021.

Dalam persidangan, korupsi alokasi dana kampung (ADK) selama 2 periode kepemimpinannya, negara dirugikan hingga Rp380 juta. Bahkan, uang hasil korupsi itu digunakan untuk hiburan karaoke dan judi. 

Saksi Suhendra mengatakan terdakwa menguasai semua anggaran pada 2015 dan 2016. Sehingga semua kegiatan fisik pembangunan di desa dikelola dan dilakukan terdakwa. 

"Pada 2015 pernah satu kali Boman mengajak saya untuk mendatangi lokasi sabung ayam dan berjudi. Memang dia tidak bawa ayam tapi ikut taruhan," katanya.

Aksi itu dilakukan terdakwa ketika ia menjabat sebagai kepala kampung. Selain itu, saksi juga mengatakan jika terdakwa kerap mendatangi tempat karaoke remang-remang. 

Sementara itu, saksi Wayan mengatakan terdakwa tidak pernah datang ke kantor. Semua kegiatan pelayanan masyarakat dilaksanakan di rumah terdakwa. "Kursi goyang punya kantor ikut dibawa ke rumahnya," ujar dia.

Semua keterangan saksi ini kemudian di sanggah terdakwa Boman. Dia menuding jika semua ucapan saksi direkayasa. "Selain enam orang itu, keterangan lainnya salah. Mereka pasti sudah berkumpul sama sekretaris," kata dia.

Ketika ditanya kebenarannya oleh Hakim, Boman menjawab tidak pernah main judi. Dia berdalih hanya ingin mengetes saksi Suhendra. "Suhendra ketika itu bilang mau main judi kalau sudah jadi bendahara kampung," kata dia.

Diketahui dalam dakwaan jaksa, anggaran ADK Sidomukti pada 2015 sebesar Rp704 juta dan 2016 sebesar Rp1 miliar. Dalam kurun waktu ini terdakwa melakukan korupsi hingga ratusan juta rupiah. Berdasarkan hasil audit, terdakwa merugikan negara hingga Rp380 juta.

 

EDITOR

Effran Kurniawan

loading...




Komentar


Berita Terkait