#korupsi#benihjagung

Mantan Kadis Pertanian Lampung Divonis 64 Bulan Penjara

Mantan Kadis Pertanian Lampung Divonis 64 Bulan Penjara
Sidang asus bantuan benih jagung untuk Lampung di tahun 2017. MTV/Putri Purnama


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Mantan Kadistan TPH Lampung, Edi Yanto divonis 64 bulan penjara oleh majelis hakim di PN Tipikor Tanjungkarang. Sedangkan Direktur PT Dempo Agro Pratama Inti, Imam Mashuri divonis 84 bulan penjara. Keduanya terbukti bersalah dalam kasus bantuan benih jagung untuk Lampung di tahun 2017.

"Menjatuhkan pidana terhadap terdakwa Edi Yanto dengan pidana penjara selama lima tahun empat bulan, denda sejumlah Rp500 juta. Apabila denda tidak dibayar maka diganti dengan hukuman kurungan selama dua bulan kurungan," kata Hakim Ketua, Hendro Wicaksono, Kamis, 10 Februari 2022.

Baca juga: Dua Terdakwa Korupsi Benih Jagung pada 2017 Dituntut Berbeda

Terhadap vonis itu, JPU Kejati Lampung dan penasihat hukum Edi Yanto menyatakan pikir-pikir.

"Kami nyatakan pikir-pikir," kata kuasa hukum Edi, Minggu Gumay.

Sebelumnya, Edi Yanto dituntut oleh JPU Kejati Lampung agar dipenjara selama 7,6 tahun, membayar denda sebesar Rp 500 juta subsidair 3 bulan kurungan.

Edi Yanto disebut terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah sesuai dengan Pasal 2 Ayat (1) Jo Pasal 18 ayat (1) UU Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dan ditambah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 Tentang Perubahan Atas UU Nomor 31 Tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP jo pasal 64 ayat (1) KUHP sebagaimana dalam dakwaan Primair.

Sementara itu, terhadap Direktur PT Dempo Agro Pratama Inti, Imam Mashuri majelis hakim PN Tipikor Tanjungkarang menjatuhkan vonis 84 bulan penjara atas perkara korupsi bantuan benih jagung untuk Lampung di tahun 2017.

"Menjatuhkan pidana terhadap terdakwa Imam Mashuri dengan pidana penjara selama 7 tahun denda sejumlah Rp500 juta, apabila denda tidak dibayar maka di ganti dengan hukuman kurungan selama dua bulan kurungan," kata Hakim Ketua, Hendro Wicaksono

Selain itu, ia dijatuhi hukuman untuk membayar uang pengganti Rp7,5 miliar sekian (Rp7.570.291.052,58) dengan ketentuan apabila tidak membayar uang pengganti dalam jangka waktu 1 bulan setelah putusan pengadilan berkekuatan hukum tetap, maka harta benda Imam Mashuri akan disita dan dilelang untuk menutupi uang pengganti tersebut.

"Apabila Imam Mashuri tidak mempunyai harta benda yang mencukupi untuk menutupi uang pengganti, maka diganti dengan pidana penjara selama 3 tahun," kata Hakim.

Vonis itu lebih rendah dibanding tuntutan yang disampaikan JPU Kejati Lampung pada persidangan lalu yang menuntut Imam Mashuri dipidana penjara selama 102 bulan dan didenda Rp 500 juta subsidair 3 bulan kurungan.

EDITOR

Winarko

loading...




Komentar


Berita Terkait