#budidaya

Manisnya Budi Daya Madu Klanceng

Manisnya Budi Daya Madu Klanceng
Wahyu Agung Saputro, salah satu pembudidaya lebah trigona atau lebah klanceng di Jalan G Lawu Kelurahan Yosorejo, Kecamatan Metro Timur, Kota Metro. Lampost.co/Bambang Pamungkas


Metro (Lampost.co) -- Lebah trigona atau yang sering disebut lebah klanceng termasuk serangga penghasil madu yang kaya akan manfaat bagi kesehatan tubuh. 

Penggiat budi daya lebah trigona, Wahyu Agung Saputro, warga Jalan G Lawu Kelurahan Yosorejo, Kecamatan Metro Timur, Kota Metro mengajak beberapa tetangganya untuk menguji peluang usaha madu yang dihasilkan lebah tak menyengat itu. 

Proses budi daya hewan berkoloni ini tidaklah sulit. Hanya saja harus memenuhi vegetasi atau asupan makanan bagi lebah itu sendiri. Caranya, dengan menanam berbagai jenis bunga yang memiliki sari atau pun nektar, lebah trigona akan betah dan nyaman dibudi-dayakan.

"Lebah trigona dulu hanya dikenal letisep, atau kalau orang Jawa dulu bilang 'awas masuk telinga' atau 'klanceng masuk telinga' karena memang lebah itu sangat kecil. Tapi lebah ini juga menghasilkan madu yang kaya akan manfaat," ujar Wahyu, Selasa, 26 Januari 2021.

Dia menjelaskan, lebah trigona yang dibudi-dayakan didominasi jenis itama. Lebah trigona ini tidak berbahaya bagi manusia. Sengatan lebah jenis ini tidak akan menimbulkan luka terhadap kulit manusia. 

"Kalau lebah ini cenderung menyerang yang berwarna gelap, seperti pada rambut hitam dan baju yang yang berwarna gelap. Lebah ini tidak ada sengatnya, hanya menggigit kemudian meninggalkan propolis atau lem berwarna kuning kecoklatan. Bahkan kalau pas panen madu, anak saya yang usia tiga tahun juga ikut," kata dia.

 

Sebagai obat

Awal mula ketertarikan Wahyu terhadap budi daya lebah klanceng karena kualitas madunya yang dikenal sangat bermanfaat. Sebelumnya, dia hanya membeli madu klanceng ini demi mengobati orangtuanya.

Menurut Wahyu, madu klanceng ini sangat berkhasiat bagi kesehatan dan pengobatan beberapa penyakit, seperti gula darah, diabetes melitus, asam urat, dan untuk program diet.

"Orangtua saya rutin mengonsumsi madu ini, Alhamdulillah sekarang ini sudah mendingan. Kemudian istri dan anak saya juga suka mengonsumsi. Ini juga bisa untuk program diet. Awalnya bersama rekan saya, hanya berdua kami berencana untuk membudi-dayakan lebah trigona ini untuk konsumsi sendiri," ujar dia.

Menurutnya, yang penting dirinya mempunyai log (sebutan batang kayu yang dijadikan sarang lebah trigona) dulu. Namun lama-kelamaan bermain lebah ini terasa asyik dan yang tadinya untuk konsumsi pribadi pun menghasilkan pundi-pundi rupiah sendiri. 

"Untuk memulai dengan skala besar ini saya sampai menjual motor kesayangan. Untuk membeli log yang lebih banyak lagi. Ada cerita pas saya panen, pada saat itu ada yang nungguin. Di situlah hasil panen saya langsung dibeli di tempat. Setelah dari situ saya berpikir ini dapat menjadi penghasilan tambahan untuk warga di sini," kata dia.

Budi daya lebah ini juga tidak membutuhkan perhatian khusus. Menurut Wayu,  lebah klanceng mencari makannya sendiri . Yang terpenting vegetasinya terpenuhi. Lebah klanceng tidak bisa diberi makan air gula, harus murni dari nektar dan sari bunga sendiri. 

"Kalau di tempat saya di dapur bagian genting itu banyak bunga air mata pengantin karena kebutuhan lebah ini nektar, bipolen atau serbuk sari itu. Kemudian resin atau getah-getahan juga lebah trigona ini mau," kata dia.

 

Menguntungkan

Dia menjelaskan, log dengan koloni serta lubangnya yang besar dipastikan menghasilkan banyak kantung madu karena menampung lebih banyak lebah pekerja di dalamnya. Lebah trigona ini bisa ditemukan di setiap jenis pohon. Mereka bisa ditemukan di batang pohon kelapa, sengon, rambutan, bahkan batang pohon karet.

Wahyu menyarankan, lebah trigona yang dibudi-dayakan harus merasa seperti di alam aslinya. 

"Awalnya tujuh orang sudah mulai ikut untuk membudi-dayakan dan didukung oleh RT setempat. Sekarang ini di lingkungan saya sudah ada 11 warga yang ikut. Masing-masing ada yang punya dua hingga tiga log. Bahkan kami berencana untuk banyak menanam bunga-bunga serta pohon di lingkungan kami. Selain dijadikan vegetasi bagi lebah, penanaman bunga juga dapat mempercantik lingkungan," ujar dia.

Menurutnya, di setiap panen sudah ada pembeli yang menunggu. Per botol ukuran 250 mili liter di banderol Rp150 ribu. Dengan harga penjualan madu yang fantastis dan perawatan lebahnya yang tidak membutuhkan perhatian khusus, budi daya klanceng makin diminati warga. 

"Kami menjadwalkan panen di setiap tanggal 5 atau awal bulan. Sebelumnya kami melakukan pengecekan rutin, seperti lubang masuk lebah ke sarang ini bagus dan koloni yang sehat, ciri-cirinya di lubangnya banyak sekali lebah penjaga. Semakin banyak lebah penjaga maka semakin kuat dan sehat," kata Wahyu.

Selain menerima pesanan madu klanceng, Wahyu juga menerima pesanan log jika ada warga lain yang ingin membudi-dayakan lebah. Dia membanderol dengan harga Rp600-Rp900 ribu, karena log yang didapat ini sangat sulit untuk mencarinya.

"Log ini kami mencari asli dari alam. Biasanya kita sudah ada teman yang menginformasikan keberadaan sarang lebah trigona ini. Kemudian kami membeli pohon itu dari sang pemilik, kami hanya ambil bagian sarangnya saja. Untuk kayu nya kami tawarkan kembali kepada pemiliknya lagi," kata dia.

Saat ini dirinya sudah mempunyai relasi di berbagai daerah. Tulangbawang dan Mesuji, sudah banyak pemesanan. Kemudian di Unidua juga sudah ada relasi.  

Sementara itu, saat ini dirinya sudah mempunyai 31 log untuk yang dia budi-dayakan sendiri. Dalam setiap bulannya, satu log dapat menghasilkan kurang lebih satu botol madu berukuran 250 mili liter.

EDITOR

Sobih AW Adnan

loading...




Komentar


Berita Terkait