malprotokolkesehatan

Mal Wajib Terapkan Protokol Kesehatan Covid-19

Mal Wajib Terapkan Protokol Kesehatan Covid-19
MI/BRIYANBODO HENDRO Pengunjung melambaikan tangan untuk membuka pintu lift yang telah dipasangi sensor nirsentuh di Mal Senayan City, Jakarta, kemarin. Sumber: https://mediaindonesia.com/read/detail/320658-disiplin-di-mal-harga-mati


Jakarta (Lampost.co) -- Mal dan berbeagi pusat perbelanjaan kembali beroperasi usai ditutup sejak Maret lalu akibat pandemi korona.

Pedagang diperbolehkan meladeni para pengunjung dengan syarat wajib melaksanakan protokol kesehatan secara ketat. Kepatuhan pada protokol kesehatan di mal dan pusat perbelanjaan menjadi harga mati untuk mencegah penularan covid-19.

Terdapat 18 protokol yang harus dipatuhi. Salah satunya, pengunjung harus menjaga jarak antrean minimal 1 meter dan memakai masker.

Ketentuan juga menyebutkan, kapasitas lift maksimal 6 orang, begitu pula pengunjung restoran atau food court dibatasi maksimal 50% dari kapasitas normal. Lalu, pembayaran harus cashless untuk meminimalkan perpindahan fi sik uang sebagai media penyebaran virus. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta pun tidak akan memberikan toleransi.

“Bagi mal yang tidak disiplin, kami akan memberikan sanksi teguran, penutupan, bahkan pencabutan izin,” tegas Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria, kemarin, saat meninjau persiapan Mal Kota Kasablanka dan Pondok Indah Mall, Jakarta Selatan, untuk buka kembali.

Dia meminta seluruh warga DKI atau yang beraktivitas di Jakarta agar disiplin mematuhi ketentuan. Sebab, menurut para ahli, 80% keberhasilan menghadapi covid-19 ditentukan sikap dan perilaku warga.

Ketua Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia DKI Jakarta Ellen Hidayat menerangkan, sebanyak 80 mal di Ibu Kota siap beroperasi. Mereka berkomitmen untuk menerapkan protokol kesehatan.

Asst Marcomm & Relations General Manager Central Park Mal dan Neo Soho, Silviyanti Dwi Aryati, menuturkan pihaknya akan memberlakukan protokol pencegahan covid-19 yang ketat. Pengunjung dibatasi maksimal 50% dari kapasitas dengan sistem barcode untuk memonitor jumlah mereka. Demikian halnya dengan jam operasional mal.

“Central Park buka dari pukul 11.00 sampai 20.00 WIB. Selama transisi enggak full. Kalau normal kan kami buka dari 10.00 sampai 22.00,” jelas Silviyanti.

Wali Kota Depok Idris Abdul Shomad juga mewajibkan pengelola mal mematuhi protokol kesehatan sebagai syarat untuk kembali beroperasi. Mal di Depok akan dibuka kembali, besok, dengan jumlah pengunjung dibatasi maksimal 50% dari kapasitas normal.

Tanggapan beragam Selain Jakarta dan sekitarnya, mal-mal di Bandung, Jawa Barat, hari ini juga akan kembali buka. Wali Kota Bandung Oded M Danial mengatakan ada 23 mal yang dipersilakan untuk kembali menerima pengunjung. ‘

’Tapi, setiap mal harus membatasi pengunjung 30% dari daya tampung biasanya. Tempat hiburan di mal tidak masuk yang dilonggarkan ka- rena memiliki potensi penyebaran covid-19 yang cukup tinggi,’’ ucap Oded.

Warga pun menanggapi beragam atas kembali dibukanya mal dan pusat perbelanjaan. Dimas, 26, warga Malaka, Jakarta Timur, misalnya, mengaku belum tertarik untuk ngemal. Ia masih takut mendatangi tempat keramaian.

“Tetapi, sebenarnya tidak masalah asalkan mengikuti peraturan. Orang-orang harus bijak dan mematuhinya.’’

Sebaliknya, Nanda, 31, warga Jatibening, Bekasi, akan langsung mengunjungi mal karena harus belanja kerajinan tangan untuk dijual kembali. Dia meminta pemerintah mengawal dan secepatnya mengevaluasi jika mal justru memicu penularan korona.
 

EDITOR

Media Indonesia

loading...




Komentar


Berita Terkait